Translate this written according your language!

Sabtu, 09 April 2016

SUKSES: DISITULAH KEMUDIAN DISIPLIN ITU HADIR (Isi hari-harimu dengan menginspirasi banyak orang)

#OneDayOneKnowledge
SUKSES: DISITULAH KEMUDIAN DISIPLIN ITU HADIR
(Isi hari-harimu dengan menginspirasi banyak orang)

Kemaren saya berkunjung kerumah prof. Musya As’ari di yogyakarta, salah satu resep sukses beliau adalah soal disiplin waktu, maka nya pagi ini saya akan menjelaskan seputar disiplin versi saya. Bahwa waktu berganti begitu cepat, dia tak akan pernah kembali lagi. Oleh karena itu gunakan selalu waktu dengan sebaik-baiknya. Jangan biarkan waktu berlalu dari hal-hal yang kurang bermanfaat. Jangan biarkan waktu meninggalkanmu tanpa rekam jejak yang gemilang.
Bila anda seorang guru, maka berilah contoh atau keteladanan soal waktu. Peserta didik anda akan melihat bagaimana anda memanfaatkan waktu. Bila anda tak mampu memberikan contoh yang baik, lebih baik mundur saja menjadi guru. Pilih saja profesi lainnya yang anda sukai. Waktu itu bagaikan pedang. Dia bisa membunuh siapa saja. Namun kalau kita mampu memanfaatkannya, maka waktu akan melindungi kita dari kemalasan diri. Siapa yang malas, tak akan pernah naik kelas.
Disiplinlah dengan waktu. Atur waktu sebaik mungkin. Mulai dari tidur sampai hendak tertidur lagi, manfaatkan waktumu untuk bermanfaat buat orang banyak. Isi hari-harimu dengan banyak menginspirasi orang banyak. Penulis masih teringat pesan orang tua saya. Jika kamu memanfaatkan waktu dengan baik, maka kamu akan menjadi manusia yang sukses di duniadan akhirat. Kesuksesan itu akan terlihat seiring dengan kedisiplinanmu soal waktu. Jangan pernah sia-siakan waktumu hanya untuk melakukan hal-hal yang tiada berguna. Setiap menit dalam hidupmu sangatlah berharga.
Bermalas-malasan adalah musuh utamamu. Waktu terus bergerak dari detik ke menit, lalu dari menit ke jam. Dari jam akan terus berganti hari. Ketika waktu yang diberikan Tuhan untukmu selama 24 jam kau gunakan dengan baik, maka akan ada keajaiban kau temui. Akan ada kedahsyatan kau lihat, dan akan ada rezeki yang terus mengalir seperti mata air yang tak pernah habis diambil airnya. Keajaiban waktu akan kau temukan ketika engkau disiplin soal waktu. Lakukan berbagai pekerjaan atau aktivitasmu dengan disiplin yang tinggi. Usahakan selalu tepat waktu. Apalagi bila engkau mendirikan sholat 5 waktu. Jangan pernah terlambat untuk sholat berjamaah di Rumah Allah. Masjid/musholla  harus menjadi tempat dimana kita mengadu kepada Sang Maha Pemberi Rezeki.
Wahai para guru ! Disiplinlah soal waktu. Ajari peserta didikmu untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Ajarkan mereka dengan keteladananmu dan berilah contoh tanpa harus banyak bicara. Isilah hari-harimu dengan senyuman, agar dunia terlihat indah dan menyenangkan. Jam karet, jam waktu Indonesia berubah (WIB) mungkin hampir semua manusia Indonesia sering melakukannya, dan lebih celakanya hal ini telah menjadai tradisi dalam kehidupan kita sehari-hari. Baik dalam melakuakan rutinitas, pekerjaan dan kegiatan peribadatan. Yah mungkin ada benarnya juga kata-kata yang sering dengar bahkan sering kita ucapkan “lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali”.
Seandainya setiap pekerjaan bisa kita lakukan dengan tepat waktu, betapa kita dapat menghemat tenaga dan pikiran kita untuk pekerjaan yang lainnya tanpa harus terkuras pada satu pekerjaan saja. “Time’s Money” istilah yang sering kita dengar atau yang sering kita utarakan dari mulut kita sendiri, yang berasal ungkapan masyarakat Barat. Memang kedengarannya seperti matrealistis, tapi khan dalam hidup ini kita butuh uang untuk memenuhi kebutuhan kita. Celakanya lagi lelet atau dalam bahasa indonesianya lambat, telah mendarah daging pada diri kita dari pekerjaan yang sepele hingga yang rumit.
Contohnya saja begini seorang mahasiswa/pelajar pada umumnya akan lebih sibuk belajar pada saat menjelang ujian, bahkan rela belajar semalam suntuk utuk mengejar atau mendapatkan nilai yang sempurna. Seandainya saja didalam dirinya itu sudah terbiasa untuk berdisiplin dalam belajar akan lain ceritanya. Bisa kita ibaratkan mahasiswa itu sebuah teko yang akan di isi langsung dengan ember, pasti air dalam ember itu akan banyak yang tumpah di banding yang masuk dalam teko tersebut. Berbeda jika kita masukkan air kedalam teko dengan menggunakan gayung dan corong. Secara rasio otak manusia itu tak akan bisa memasukkan sesuatu informasi yang banyak dalam waktu yang singkat. Sudah saatnya kita mencoba mempraktekan dalam kehidupan kita sehari-hari ini untuk berdisiplin, karena dengan disiplin kita bisa menyelesaikan suatu pekerjaan dengan tepat waktu dan hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan.
Sebenarnya, saya menulis ini buat menjadi bahan pengembangan diri bagi saya bisa jadi bagi anda juga. Karena sebenarnya yang benar itu adalah, bahwa tuntutan hidup itu, suka atau tidak suka sudah menanti kita, hidup ini demikian terpola, dan tidak bisa kita ubah seenaknya kita, itu kalau kita ingin hidup kita mengalami peningkatan kualitas. Misalnya begini ya, saat kecil seorang bayi selalu dibangunkan oleh ayah atau ibu pada pagi hari untuk dimandikan kemudian disusui dan dibuai lagi hingga terlelap, 2-3 jam kemudian kemudian disusui lagi agar si bayi ini tidak merasakan lapar dan kekurangan gizi yang menunjang pertumbuhannya, lalu bayi ini tertidur lagi, dan demikian selanjutnya hingga sore hari dan sibayi di mandikan lagi oleh orang tuanya. Hal ini dilakukan oleh hampir setiap orang tua agar bayi kesayangan mereka sehat dalam masa pertumbuhannya. Sadar atau tidak, orang tua si bayi tadi begitu disiplin menjalankan pola tersebut, karena jika sedikit saja pola hidup sibayi tadi diabaikan, mereka khawatir akan berdampak negatif pada si bayi.
Maka disiplin menurut hemat saya adalah bentuk tanggung jawab, tanggung jawab terhadap sebuah komitmen yang kita hadirkan dalam hidup, sengaja ataupun tidak, sadar ataupun tidak. Disiplin disini erat kaitannya dengan waktu, atau yang lazim disebut disiplin waktu, misalnya disiplin dalam menjalankan ibadah tepat waktu, disiplin masuk sekolah tepat waktu, disiplin hadiri perkuliahan tepat waktu, disiplin masuk kantor tepat waktu, dan lain sebagainya. Karena aktifitas yang kita lakukan itu beragam, maka disiplin pun saya katakan kondisional, tergantung aktifitas kita apa, yang jelas ada waktu yang harus ditepati disetiap aktifitas kita, di situlah kemudian DISIPLIN itu hadir.
Bukankah kita sering diajarkan untuk disiplin dalam hidup. Disiplin dalam menepati janji, disiplin berlalu lintas, disiplin bangun pagi, dan sederet kewajiban dan pakem lainnya. Sekarang pengen ngebahas tentang disiplin kita untuk memenuhi kewajiban kita memenuhi kebutuhan diri sendiri. Realita sekarang orang melulu mementingkan tanggung jawabnya terhadap pekerjaan, orang lain, rasa tidak enak terhadap sesama. Bagaimana dengan kebutuhan diri untuk beristirahat? Kebutuhan diri untuk berbahagia? Disiplinlah. jangan membawa pekerjaan dan masalahnya ke rumah/kos. Ketika pulang tinggalkan semua beban pekerjaan anda di kantor/dikampus. kita punya kewajiban untuk beristirahat pikiran agar bebas dari stress dan istirahat badan. Ini juga bentuk tanggung jawab anda terhadap pekerjaan agar kita dapat 100% ketika memulai hari, kita memulai hari kita dengan pikiran dan badan yang fresh.
Berliburlah, geluti hobby, kembangkan minat itu kewajiban kita terhadap diri kita. Hidup tidak melulu tentang uang dan pekerjaan ada nilai-nilai yang lebih penting daripada itu apalagi kalau bukan keluarga dan teman. Ketika pekerjaan boleh pergi, kejayaan hilang, kecantikkan rupa pudar siapa yang masih ada untuk kita selain keluarga dan teman-teman yang setia? Jadi hendaklah kita memberikan waktu dan perhatian kita 100% ketika kita memiliki kesempatan untuk bersama dengan mereka. Jadi, mulai saat ini disiplin diawali dari diri anda. Perpustakaan Graha Pratama, 10-04-2016.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar