#OneDayOneKnowledge
SUKSES: DISITULAH
KEMUDIAN DISIPLIN ITU HADIR
(Isi
hari-harimu dengan menginspirasi banyak orang)
Kemaren saya berkunjung kerumah
prof. Musya As’ari di yogyakarta, salah satu resep sukses beliau adalah soal
disiplin waktu, maka nya pagi ini saya akan menjelaskan seputar disiplin versi
saya. Bahwa waktu berganti begitu cepat, dia tak akan pernah kembali lagi. Oleh
karena itu gunakan selalu waktu dengan sebaik-baiknya. Jangan biarkan waktu
berlalu dari hal-hal yang kurang bermanfaat. Jangan biarkan waktu
meninggalkanmu tanpa rekam jejak yang gemilang.
Bila anda seorang guru, maka berilah
contoh atau keteladanan soal waktu. Peserta didik anda akan melihat bagaimana
anda memanfaatkan waktu. Bila anda tak mampu memberikan contoh yang baik, lebih
baik mundur saja menjadi guru. Pilih saja profesi lainnya yang anda sukai. Waktu
itu bagaikan pedang. Dia bisa membunuh siapa saja. Namun kalau kita mampu
memanfaatkannya, maka waktu akan melindungi kita dari kemalasan diri. Siapa
yang malas, tak akan pernah naik kelas.
Disiplinlah dengan waktu. Atur waktu
sebaik mungkin. Mulai dari tidur sampai hendak tertidur lagi, manfaatkan
waktumu untuk bermanfaat buat orang banyak. Isi hari-harimu dengan banyak
menginspirasi orang banyak. Penulis masih teringat pesan orang tua saya. Jika
kamu memanfaatkan waktu dengan baik, maka kamu akan menjadi manusia yang sukses
di duniadan akhirat. Kesuksesan itu akan terlihat seiring dengan kedisiplinanmu
soal waktu. Jangan pernah sia-siakan waktumu hanya untuk melakukan hal-hal yang
tiada berguna. Setiap menit dalam hidupmu sangatlah berharga.
Bermalas-malasan adalah musuh
utamamu. Waktu terus bergerak dari detik ke menit, lalu dari menit ke jam. Dari
jam akan terus berganti hari. Ketika waktu yang diberikan Tuhan untukmu selama
24 jam kau gunakan dengan baik, maka akan ada keajaiban kau temui. Akan ada
kedahsyatan kau lihat, dan akan ada rezeki yang terus mengalir seperti mata air
yang tak pernah habis diambil airnya. Keajaiban waktu akan kau temukan ketika
engkau disiplin soal waktu. Lakukan berbagai pekerjaan atau aktivitasmu dengan
disiplin yang tinggi. Usahakan selalu tepat waktu. Apalagi bila engkau
mendirikan sholat 5 waktu. Jangan pernah terlambat untuk sholat berjamaah di
Rumah Allah. Masjid/musholla harus
menjadi tempat dimana kita mengadu kepada Sang Maha Pemberi Rezeki.
Wahai para guru ! Disiplinlah soal
waktu. Ajari peserta didikmu untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Ajarkan
mereka dengan keteladananmu dan berilah contoh tanpa harus banyak bicara.
Isilah hari-harimu dengan senyuman, agar dunia terlihat indah dan menyenangkan.
Jam karet, jam waktu Indonesia berubah (WIB) mungkin hampir semua
manusia Indonesia sering melakukannya, dan lebih celakanya hal ini telah
menjadai tradisi dalam kehidupan kita sehari-hari. Baik dalam melakuakan
rutinitas, pekerjaan dan kegiatan peribadatan. Yah mungkin ada benarnya juga
kata-kata yang sering dengar bahkan sering kita ucapkan “lebih baik terlambat
daripada tidak sama sekali”.
Seandainya
setiap pekerjaan bisa kita lakukan dengan tepat waktu, betapa kita dapat
menghemat tenaga dan pikiran kita untuk pekerjaan yang lainnya tanpa harus
terkuras pada satu pekerjaan saja. “Time’s Money” istilah yang sering kita
dengar atau yang sering kita utarakan dari mulut kita sendiri, yang berasal
ungkapan masyarakat Barat. Memang kedengarannya seperti matrealistis, tapi khan
dalam hidup ini kita butuh uang untuk memenuhi kebutuhan kita. Celakanya lagi
lelet atau dalam bahasa indonesianya lambat, telah mendarah daging pada diri
kita dari pekerjaan yang sepele hingga yang rumit.
Contohnya
saja begini seorang mahasiswa/pelajar pada umumnya akan lebih sibuk belajar
pada saat menjelang ujian, bahkan rela belajar semalam suntuk utuk mengejar
atau mendapatkan nilai yang sempurna. Seandainya saja didalam dirinya itu sudah
terbiasa untuk berdisiplin dalam belajar akan lain ceritanya. Bisa kita
ibaratkan mahasiswa itu sebuah teko yang akan di isi langsung dengan ember,
pasti air dalam ember itu akan banyak yang tumpah di banding yang masuk dalam
teko tersebut. Berbeda jika kita masukkan air kedalam teko dengan menggunakan
gayung dan corong. Secara rasio otak manusia itu tak akan bisa memasukkan
sesuatu informasi yang banyak dalam waktu yang singkat. Sudah saatnya kita
mencoba mempraktekan dalam kehidupan kita sehari-hari ini untuk berdisiplin,
karena dengan disiplin kita bisa menyelesaikan suatu pekerjaan dengan tepat
waktu dan hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan.
Sebenarnya, saya
menulis ini buat menjadi bahan pengembangan diri bagi saya bisa jadi bagi anda
juga. Karena sebenarnya yang benar itu adalah, bahwa tuntutan hidup itu, suka
atau tidak suka sudah menanti kita, hidup ini demikian terpola, dan tidak bisa
kita ubah seenaknya kita, itu kalau kita ingin hidup kita mengalami peningkatan
kualitas. Misalnya begini ya, saat kecil seorang bayi selalu dibangunkan oleh
ayah atau ibu pada pagi hari untuk dimandikan kemudian disusui dan dibuai lagi
hingga terlelap, 2-3 jam kemudian kemudian disusui lagi agar si bayi ini tidak
merasakan lapar dan kekurangan gizi yang menunjang pertumbuhannya, lalu bayi
ini tertidur lagi, dan demikian selanjutnya hingga sore hari dan sibayi di
mandikan lagi oleh orang tuanya. Hal ini dilakukan oleh hampir setiap orang tua
agar bayi kesayangan mereka sehat dalam masa pertumbuhannya. Sadar atau tidak,
orang tua si bayi tadi begitu disiplin menjalankan pola tersebut, karena jika
sedikit saja pola hidup sibayi tadi diabaikan, mereka khawatir akan berdampak
negatif pada si bayi.
Maka disiplin
menurut hemat saya adalah bentuk tanggung jawab, tanggung jawab terhadap sebuah
komitmen yang kita hadirkan dalam hidup, sengaja ataupun tidak, sadar ataupun
tidak. Disiplin disini erat kaitannya dengan waktu, atau yang lazim disebut
disiplin waktu, misalnya disiplin dalam menjalankan ibadah tepat waktu,
disiplin masuk sekolah tepat waktu, disiplin hadiri perkuliahan tepat waktu,
disiplin masuk kantor tepat waktu, dan lain sebagainya. Karena aktifitas yang
kita lakukan itu beragam, maka disiplin pun saya katakan kondisional,
tergantung aktifitas kita apa, yang jelas ada waktu yang harus ditepati
disetiap aktifitas kita, di situlah kemudian DISIPLIN itu hadir.
Bukankah kita sering
diajarkan untuk disiplin dalam hidup. Disiplin dalam menepati janji, disiplin
berlalu lintas, disiplin bangun pagi, dan sederet kewajiban dan pakem lainnya. Sekarang
pengen ngebahas tentang disiplin kita untuk memenuhi kewajiban kita memenuhi
kebutuhan diri sendiri. Realita sekarang orang melulu mementingkan tanggung
jawabnya terhadap pekerjaan, orang lain, rasa tidak enak terhadap sesama.
Bagaimana dengan kebutuhan diri untuk beristirahat? Kebutuhan diri untuk
berbahagia? Disiplinlah. jangan membawa pekerjaan dan masalahnya ke rumah/kos.
Ketika pulang tinggalkan semua beban pekerjaan anda di kantor/dikampus. kita
punya kewajiban untuk beristirahat pikiran agar bebas dari stress dan istirahat
badan. Ini juga bentuk tanggung jawab anda terhadap pekerjaan agar kita dapat
100% ketika memulai hari, kita memulai hari kita dengan pikiran dan badan yang
fresh.
Berliburlah,
geluti hobby, kembangkan minat itu kewajiban kita terhadap diri kita. Hidup
tidak melulu tentang uang dan pekerjaan ada nilai-nilai yang lebih penting
daripada itu apalagi kalau bukan keluarga dan teman. Ketika pekerjaan boleh
pergi, kejayaan hilang, kecantikkan rupa pudar siapa yang masih ada untuk kita
selain keluarga dan teman-teman yang setia? Jadi hendaklah kita memberikan
waktu dan perhatian kita 100% ketika kita memiliki kesempatan untuk bersama
dengan mereka. Jadi, mulai saat ini disiplin diawali dari diri anda. Perpustakaan Graha Pratama, 10-04-2016.