Translate this written according your language!

Jumat, 13 Mei 2016

PENGOBATAN DALAM DUNIA SUFI


Praktek-praktek tasawuf praktis, seperti sholat, dzikir, tafakur (meditasi), ternyata tidak sekedar ritual tanpa makna. Akan tetapi praktik-praktik sufi tersebut, tersimpan potensi-potensi penyembuhan bagi penyakit-penyakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dunia kedokteran modern, seperti kanker, stroke, dan jenis-jenis penyakit mental dan psikologis. Pengobatan dalam dunia sufi cenderung menggunakan untaian-untain doa yang disusun oleh terapis dengan menyesuaikan jenis penyakitnya. Doa-doa tersebut diambil dari ayat-ayat Al Quran dan tuntunan doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Kekuatan dari Al Quran itu bekerja pada manusia di luar bidang ilmu pengetahuan, yaitu yang diterapkan dalam pengobatan Nabi (Tibbun Nabawi).

Banyak ayat Al-Qur’an yang mengisyaratkan tentang pengobatan karena Al-Qur’an itu sendiri diturunkan sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin. “Dan kami menurunkan Al-Qur’an sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang yang mukmin”. “Hai manusia, telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari Tuhan mu dan sebagai obat penyembuh jiwa, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. dan lain sebagainya.
Di Indonesia, praktik pengobatan dengan menggunakan doa terbilang sangat banyak. Biasanya pengobatan dengan doa menggunakan media yang bervariasi. Ada yang dengan meminum air yang sudah dicampur dengan kertas bertuliskan ayat-ayat Al Quran, ada pula yang menggunakan perantara ayam untuk mendeteksi sebuah penyakit, ada pula yang meminum air yang sudah dibacakan doa oleh Kyai dan kemudian pasien mendapat amalan-amalan doa untuk dibaca.
Praktik pengobatan tradisional ini terbukti ampuh dalam menyembuhkan segala macam penyakit. Oleh karenanya praktek tersebut semakin hari semakin menarik tingkat perhatian masyarakat. Efek dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap metode pengobatan ini adalah semakin banyak pula kyai yang membuka praktik pengobatan sufis. Kekuatan yang berasal ayat Al-Quran dan amalan doa dari Rasulullah menjadi dasar kuat kepercayaan masyarakat Indonesia yang mempunyai kultur religius untuk mengambil jalur pengobatan ini, tentunyadi samping faktor ekonomis.
Seperti halnya di Kabupaten Purworejo, antusias masyarakat terhadap pengobatan sufi ini sangatlah tinggi. Hal itu terbukti dengan banyaknya tokoh agama yang membuka praktek di rumahnya masing-masing. Media yang digunakan pun berbeda-beda. Kyai Tarno misalnya, dia adalah seorang tokoh masyarakat yang menggeluti dunia sufi. Beliau mencoba mengenalkan tasawuf kepada masyarakat dengan cara pengobatan sufi. Bertempat di sebuah desa Cangkrep Lor Rt 02 rw 07, Purworejo, pengobatan ini selalu dipenuhi oleh pasien yang datang dengan segala macam jenis penyakit. Pengobatan di Kyai Tarno telah teruji. Banyak masyarakat dengan penyakit-penyakit kronis tersembuhkan dengan perantara beliau. Dari mulut ke mulut, masyarakat semakin banyak yang datang berobat di tempat praktik beliau.
Salah satu media penyembuhan yang digunakan oleh Kyai Tarno adalah air. Baginya, air mempunyai kekuatan tersendiri dalam mempengaruhi dimensi internal manusia. Apalagi air menjadi komposisi utama dalam tubuh manusia. Tercatat kurang lebih 60% tubuh kita terisi oleh air. Sehingga air menjadi elemen penting dalam perubahan maupun pembentukan sistem tubuh manusia.  Metode yang ditempuh oleh Kyai Tarno adalah membacakan air dengan doa-doa kemudian memberikan amalan-amalan tertentu yang harus dibaca dan diamalkan oleh pasien. Selain itu pasien juga diberikan resep ramuan herbal untuk menjadi penunjang kesembuhannya. Menariknya, jika pasien tidak dapat hadir di tempat, beliau melakukan pengobatan jarak jauh dengan syarat yang mewakili membawa foto dari pasien, kemudian beliau mentransfer doa kepada yang sedang menderita sakit.
Dalam proses pengobatannya dapat digambarkan sebagai berikut: pasien datang dan menyampaikan jenis penyakitnya dan keluhan-keluhannya. Kyai Tarno mengajak pasien berdoa bersama meminta pertolongan dari Allah untuk menyembuhkan penyakit yang diderita. Kemudian Kyai meniupkan bacaan doanya ke air botol yang dibawa pasien. Kemudian pasien diberi amalan doa yang disarikan dari surah-surah Al Quran seperti Al-Fatihah, surah Al-Ikhlas dan doa-doa tahlil seperti istighfar, serta asmāul husnā dengan jumlah tertentu. Beliau juga menulis resep obat herbal dari tumbuh-tumbuhan alami kepada pasien.
Selain pengobatan medis yang dilakukan oleh dokter, ternyata pengobatan sufi menjadi alternatif yang ampuh dalam mengobati beberapa jenis penyakit. Selain itu, pengobatan ini juga disinyalir dijadikan sebagai media syi’ar atau dakwah Islam kepada khalayak masyarakat sekitar. Sehingga tujuan dari pengobatan tersebut adalah tidak hanya money oriented namun justru kental dengan unsur-unsur missonary oriented.
Dalam pengobatan sufi ini selain mendapatkan kesehatan, pasien juga disinyalir mendapatkan pengaruh positif dari doa-doa yang dibacakan atau diberikan kepadanya. Sehingga, amalan doa yang diberikan Kyai kepada pasien menjadi langkah untuk meningkatkan spiritualitasnya. Ketika amalan tersebut dibaca berulang-ulang dan terus-menerus, maka dengan perlahan pasien mampu mendalami hakikat penyakit dan mampu merubah mindset-nya terhadap penyakit menjadi sebuah “berkah”, bukan having a disease tapi having a blessings. Unsur-unsur spiritualitas itulah yang dipandang mampu merubah mental dan karakter seseorang. Dan inilah yang tidak ditemukan dalam dunia medis secara umum.

dalam hal ini menganggap penting adanya eksplorasi antara budaya sufi dengan budaya lokal. Sebab dalam titik inilah terjadi fenomena sintesis antara dua budaya yang umumnya menghasilkan corak keunikan tersendiri. Dan antara dunia sufi dan lokalitas Jawa merupakan dua entitas yang cukup berdekatan karena keduanya mempunyai nilai-nilai spiritualitas yang bisa dipadukan. Dalam kerangka inilah penelitian tentang spiritualitas dan kebudayaan menjadi penting untuk digalakan. Sampai jumpa besok, semoga berkah. Semoga selalu istiqomah dalam menulis. Sapen, Seknas Gusdurian, Jogjakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar