Jadi pagi ini saya
akan membicarakan Islam, Islam yang merupakan salah satu agama yang masuk dan
berkembang di Indonesia. Hal ini tentu bukanlah sesuatu yang asing bagi Anda,
karena di masa media mungkin Anda sudah sering mendengar atau membaca bahwa
Indonesia adalah negara yang memiliki penganut agama Islam terbesar di dunia. Perkembangan
agama Islam di Indonesia yang berlangsung secara evolutif telah berhasil
menanamkan akidah Islamiah dan syari’ah shahihah, memunculkan cipta,
rasa, dan karsa oleh pemeluk-pemeluknya. Sebelum kedatangan Islam, masyarakat
telah memeluk agama yang berkembang secara evolutif pula, baik dari penduduk
asli (yang menganut animisme, dinamisme, veteisme, dan sebagainya) maupun pengaruh
dari luar (Hindu-Budha). Yang menarik, unsur-unsur budaya yang
bertentangan dengan nilai-nilai kepatutan tersingkir dengan sendirinya,
sedangkan yang baik yang mengandung unsur-unsur kepatutan dan kepantasan, hidup
secara berdampingan.
Pengaruh Islam terhadap kehidupan (pembinaan
moral) bangsa Indonesia berkisar antara tiga kemungkinan. Yang pertama ialah
ajaran Islam berpengaruh sangat kuat terhadap pola hidup masyarakat. Kedua,
Islam dan budaya (moral) bangsa berimbang, sehingga merupakan perpaduan yang
harmonis. Terakhir, ajaran (moral) Islam kurang berpengaruh, sehingga merupakan
perpaduan yang ikut menyempurnakan moral bangsa. Ketiga kemungkinan perpaduan
itu dapat terjadi di komunitas-komunitas muslim di berbagai tempat di
Indonesia.
Sejarah telah mencatat bahwa ajaran Islam telah
memberi kontribusi besar: Pertama, Islam masuk ke Indonesia tidaklah melalui kekerasan melainkan melalui
dakwah yang berlangsung secara damai, (hal ini berbeda dengan daerah yang lahir
Islam) kalaupun terjadi peperangan dan sebagainya di antara kaum muslim dan
non-muslim itu merupakan akibat dari perebutan kekuasaan, bukan reaksi dari
penyebaran agama Islam. Kedua, corak
pemikiran kontemplatif dan eksoteris mempengaruhi pemikiran Islam Indonesia. Ketiga, pengaruh Islam terhadap pembentukan
falsafah negara Indonesia sangat menonjol. Keempat,
percampuran budaya Islam dengan budaya Indonesia berlangsung secara mesra. Di
Jawa, Islam memberikan toleransi kepada budaya asli, sementara di luar Jawa,
budaya asli didasarkan pada Islam. Kelima,
bukti-bukti terjadinya pengaruh Islam terhadap pembinaan moral bangsa Indonesia
dilihat dari aspek teologis, munculnya homo-religiosi, dari sisi
antropologis, adanya inistitusi agama yang mengakar dalam masyarakat, sedangkan
dari aspek kosmologis, tampak adanya keseimbangan hidup antara manusia dengan
alam semesta, dan dari sisi eskatalogis, munculnya berbagai rumah ibadah yang
memproyeksikan kehidupan kebahagiaan di akhirat.
Dengan demikian terbukti Islam mengajak manusia
kepada kesadaran untuk menjunjung tinggi kemanusiaan dan mengantarkan mereka
kepada kehidupan yang sejahtera. Dalam konteks Indonesia, Islam juga
mengobarkan semangat perjuangan rakyat untuk memancarkan budaya dan
pemikirannya dalam membina kemaslahatan di Indonesia yang oleh para pengamat
asing (sejarawan dan ahli bumi Barat khususnya dan para ahli bumi dan sejarawan
Timur umumnya) menyamakan dengan surga dunia, karena kemakmuran dan kesuburan
tanah, keindahan alam, dan isinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar