Translate this written according your language!

Senin, 02 Mei 2016

KONTRIBUSI ISLAM SEBAGAI AGAMA MAYORITAS DI INDONESIA

 
 Jadi pagi ini saya akan membicarakan Islam, Islam yang merupakan salah satu agama yang masuk dan berkembang di Indonesia. Hal ini tentu bukanlah sesuatu yang asing bagi Anda, karena di masa media mungkin Anda sudah sering mendengar atau membaca bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki penganut agama Islam terbesar di dunia. Perkembangan agama Islam di Indonesia yang berlangsung secara evolutif telah berhasil menanamkan akidah Islamiah dan syari’ah shahihah, memunculkan cipta, rasa, dan karsa oleh pemeluk-pemeluknya. Sebelum kedatangan Islam, masyarakat telah memeluk agama yang berkembang secara evolutif pula, baik dari penduduk asli (yang menganut animisme, dinamisme, veteisme, dan sebagainya) maupun pengaruh dari luar (Hindu-Budha). Yang menarik, unsur-unsur budaya yang bertentangan dengan nilai-nilai kepatutan tersingkir dengan sendirinya, sedangkan yang baik yang mengandung unsur-unsur kepatutan dan kepantasan, hidup secara berdampingan.

       Pengaruh Islam terhadap kehidupan (pembinaan moral) bangsa Indonesia berkisar antara tiga kemungkinan. Yang pertama ialah ajaran Islam berpengaruh sangat kuat terhadap pola hidup masyarakat. Kedua, Islam dan budaya (moral) bangsa berimbang, sehingga merupakan perpaduan yang harmonis. Terakhir, ajaran (moral) Islam kurang berpengaruh, sehingga merupakan perpaduan yang ikut menyempurnakan moral bangsa. Ketiga kemungkinan perpaduan itu dapat terjadi di komunitas-komunitas muslim di berbagai tempat di Indonesia.
         Sejarah telah mencatat bahwa ajaran Islam telah memberi kontribusi besar: Pertama, Islam masuk ke Indonesia tidaklah melalui kekerasan melainkan melalui dakwah yang berlangsung secara damai, (hal ini berbeda dengan daerah yang lahir Islam) kalaupun terjadi peperangan dan sebagainya di antara kaum muslim dan non-muslim itu merupakan akibat dari perebutan kekuasaan, bukan reaksi dari penyebaran agama Islam. Kedua, corak pemikiran kontemplatif dan eksoteris mempengaruhi pemikiran Islam Indonesia. Ketiga, pengaruh Islam terhadap pembentukan falsafah negara Indonesia sangat menonjol. Keempat, percampuran budaya Islam dengan budaya Indonesia berlangsung secara mesra. Di Jawa, Islam memberikan toleransi kepada budaya asli, sementara di luar Jawa, budaya asli didasarkan pada Islam. Kelima, bukti-bukti terjadinya pengaruh Islam terhadap pembinaan moral bangsa Indonesia dilihat dari aspek teologis, munculnya homo-religiosi, dari sisi antropologis, adanya inistitusi agama yang mengakar dalam masyarakat, sedangkan dari aspek kosmologis, tampak adanya keseimbangan hidup antara manusia dengan alam semesta, dan dari sisi eskatalogis, munculnya berbagai rumah ibadah yang memproyeksikan kehidupan kebahagiaan di akhirat.
          Dengan demikian terbukti Islam mengajak manusia kepada kesadaran untuk menjunjung tinggi kemanusiaan dan mengantarkan mereka kepada kehidupan yang sejahtera. Dalam konteks Indonesia, Islam juga mengobarkan semangat perjuangan rakyat untuk memancarkan budaya dan pemikirannya dalam membina kemaslahatan di Indonesia yang oleh para pengamat asing (sejarawan dan ahli bumi Barat khususnya dan para ahli bumi dan sejarawan Timur umumnya) menyamakan dengan surga dunia, karena kemakmuran dan kesuburan tanah, keindahan alam, dan isinya. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar