Kali ini saya akan sedikit
menjelaskan bagaimana isi dari buku ini, bahwa penelusuran kembali pemikiran
pendidikan di kalangan umat Islam memang amat diperlukan, Karena hal ini
setidaknya mengingatkan kembali khazanah intelektual yang pernah dimiliki oleh
umat Islam di masa lalu. Pasang surut perjalanan pemikiran kependidikan Islam,
tidak akan pernah lepas dari interaksi akumulasi dengan peradaban-peradaban di
sekitar perkembangan Islam waktu itu. Dimana perkembangan pemikiran
kependidikan lebih dijiwai oleh semangat normatif dan historis. Dikatakan
semangat normatif karena perkembangan pemikiran kependidikan dijiwai oleh
ajaran dasar yang sumbernya Al-Qur‘an dan hadits. Sedangkan semangat historis
adalah merupakan ujud respon terhadap berbagai persoalan hidup umat Islam di
berbagai bidang kehidupan.
Blog ini adalah tempat saya menuliskan berbagai ilmu pengetahuan keseharian saya (sesekali esai atau opini ringan). Artikel-artikel di blog ini tentu melalui bacaan-bacaan buku atau reaksi terhadap isu-isu yang hangat. semoga artikel yang saya tulis bisa nyaman dan menarik untuk dibaca oleh semua pihak. Blog yang berisi materi-materi kuliah keseharian yang tidak ada di kampus namun bisa di dapat di blog ini setiap hari. Selamat datang di Universitas kehidupan.
Jumat, 20 Mei 2016
Kamis, 19 Mei 2016
SETIAP ORANG ITU BERFILSAFAT, BENARKAH ?
Judul : Filsafat
Pendidikan Islam
Penulis
: Dr. Toto Suharto, M.Ag.
Penerbit :
Ar-Ruzz Media, Yogyakarta
Cetakan :
I, 2014 (Edisi Revisi)
Ukuran
: 17 x 24 cm
Halaman : 324
hlm.
ISBN
: 978-602-313-018-4
Saya melihat bahwa di dalam buku ini
mencoba membongkar ulang landasan epistemologis keilmuan Filsafat Pendidikan
Islam dengan melihatnya dari epistemologi Islam, yang tidak hanya bersumber
pada wahyu sebagai highest wisdom of God, sebuah kawasan transendental yang tak
tersentuh oleh filsafat ilmu Barat, tapi juga bersumber pada kawasan historis
yang rasional, empiris dan intuitif. Bangunan ilmu bertumpu pada tiga tiang
penyangga,yakni ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Tiga tiang penyangga ini
akan mempermasalahkan apa, bagaimana dan untuk apa hakikat suatu ilmu.
Rabu, 18 Mei 2016
PENDIDIKAN ETIKA MASIH MENJADI BARANG LANGKA
Judul Buku : Filsafat Pendidikan Islam
Penerbit : Remaja Rosda Karya, Bandung
Tahun Terbit : 2010
Saya berusaha semaksimal mungkin untuk meresum
buku-buku pendidikan filsafat Islam, buku Filsafat Pendidikan Islam yang
ditulis oleh Prof. Ahmad Tafsir membahas pandangan filsafat dalam dunia
pendidikan Islami. Namun demikian, bukan berarti penulis hanya menukil
pandangan filsafat dari tokoh-tokoh Islam. Untuk memperkuat tulisannya, penulis
tetap memandang filsafat dari semua sudut pandang tokoh. Baik tokoh klasik
maupun modern. Baik tokoh Barat maupun tokoh dunia Islam. Dalam bukunya,
Penulis mengakui bahwa buku tersebut tidak ditulis berdasar urutan pembahasan
layaknya sebuah buku filsafat. Tetapi ditulis berdasarkan urutan alur berfikir
terhadap cara memandang persoalan pendidikan melalui pendekatan deduktif-induktif.
Dimulai dari pembahasan tentang hakikat manusia baru kemudian membahas hakekat
pendidikan dilanjutkan dengan beberapa kritik terhadap kebijakan pendidikan di
Indonesia dilihat dari sudut pandang filsafat. saya melihat buku ini
berdasarkan urutan bab. Oleh karenanya, perlu kiranya diketahui bahwa buku
Filsafat Pendidikan Islam ini tersusun dari 10 bab.:Bab satu Pendahuluan, Bab dua Hakikat
Manusia, Bab tiga Hakekat
Pendidikan, Bab empat Dasar
Pandidikan, Bab lima Tujuan Pendidikan, Bab enam Kurikulum
Pendidikan, Bab tujuh Peserta Didik, Bab delapan Lembaga
Pendidikan, Bab sembilan Proses
Pendidikan, Bab sepuluh, Pengembangan Pendidikan.
Selasa, 17 Mei 2016
ILMU PENGETAHUAN BARAT PERLU DI DEKONSTRUKSI SAYED HUSEN NASR
Judul
Buku : Filsafat dan Praktik
Pendidikan Islam Syeh M. Naquib Al-Attas
Pengarang : Wan Mohd Nor Wan Daud
Penerbit : Mizan Pustaka
Tahun Terbit : 2003
Kota Terbit : Bandung
Tebal Buku : 552 Halaman
Pengarang : Wan Mohd Nor Wan Daud
Penerbit : Mizan Pustaka
Tahun Terbit : 2003
Kota Terbit : Bandung
Tebal Buku : 552 Halaman
Berbicara Islamisasi ilmu pengetahuan dan pendidikan dalam Islam
sudah diperdebatkan sejak Konferensi Dunia Pertama tentang Pendidikan Islam di
Makkah pada 1977. Tetapi sayangnya tidak ada usaha serius untuk melacak sejarah
gagasan dan mengkaji atau mengevaluasi sejumlah persoalan pokok yang berkenalan
dengan topik ini pada tingkat praktis. Gagasan Islamisasi sebenarnya berangkat
dari asumsi bahwa ilmu pengetahuan itu tidak bebas nilai atau netral. Betapapun
diakui pentingnya transfer ilmu Barat ke Dunia Islam, ilmu itu secara tidak
terelakkan sesungguhnya mengandung nilai-nilai dan merefelksikan pandangan
dunia masyarakat yang menghasilkannya, dalam hal ini masyarakat Barat.
Minggu, 15 Mei 2016
DICARI GURU YANG MAMPU DAN MAU MENULIS
Menurut saya setelah
sekian hari saya menulis di blog pribadi saya dengan nama blog :
ezinawawi.blogspot.co.id. saya ingin mengatakan bahwa menulis itu mudah namun
juga terkadang sulit. Sehingga banyak bukti untuk menerangkan tentang rendahnya
budaya menulis di kalangan para guru kita. Kita tidak
perlu membuat indikator terlalu banyak. Cobalah amati buku-buku di perpustakaan
atau di toko-toko buku. Hitunglah, berapa banyak buku yang ditulis oleh para
guru. Anda membaca surat
kabar ? Hitunglah
berapa banyak artikel yang ditulis oleh para guru. Pasti jarang sekali. Bukan ?
Benarkah guru tidak mampu menulis atau tidak
terbiasa menulis ? Jawabannya pasti bermacam ragam. Namun dalam realitasnya,
memang sangat sedikit guru yang menulis. Jangankan untuk menulis di media
massa, jurnal atau yang lainnya, untuk membuat karya tulis yang diajukan dalam
pengurusan kenaikan pangkat saja, banyak yang tidak bisa. Padahal, guru harus
membuat karya tulis kalau mau cepat naik pangkat. Ketidak mampuan ini telah
melahirkan sebuah kebohongan baru di dalam diri sebagian guru yang ingin cepat
naik pangkat. Caranya banyak, bisa dengan meminta tanaga orang lain, dengan cara
membayar dan bahkan bahkan dengan melakukan tindakan pemalsuan.
Sabtu, 14 Mei 2016
CARA AMPUH BELAJAR VERSI ULAMA
Wacana "Manusia adalah hewan yang sanggup
berbicara dan berpikir", mungkin itulah istilah yang paling tepat untuk
mengukur diri kita serta membandingkan dengan makhluk-makhluk Allah di muka
bumi. Kualitas
kita selaku manusia tidak mungkin diukur dengan hanya bermodalkan rasio, karena
selain dimensi akal memiliki jangkauan terbatas, manusia dalam keadaan sadarnya
akan terus merasakan kekuatannya hanyalah nisbi. Kenistaan Iblis menjadi
tragedi abadi dan bukti rapuhnya rasionalitas ketika harus dipaksakan
menjangkau semua alam dan jagat raya. Ilmu yang menjadi nilai dari sosok Adam,
hanya dipandang sebelah mata, karena Iblis merasa dialah yang patut menyandang
"makhluk terpandai" di alam raya. Dua sosok dengan kelebihannya
masing-masing, akhirnya harus berjalan dalam dua dimensi yang bertolak
belakang, menjadi yang termulia dan yang ternistakan. Itulah ilmu pengetahuan,
meskipun berangkat prinsip yang sama, terkadang sebuah pengetahuan harus
tertambat dalam perhentian yang jauh berbeda. Nuansa inilah yang coba diangkat
oleh Az-Zarnujî dalam memaparkan kajian dasar-dasar pendidikan agama dalam
Islam. Agar dalam belajar dimanapun bisa menerapkannya :
KEBERHASILAN AKAN DATANG JIKA KAMU BERANI
“Tears
will not erase your sorrow; hope does not make you successful;
courage will get you there."
Air mata tidak akan menghapus dukamu; berharap tidak akan membuatmu sukses; hanya keberanian yang bisa membawamu kesana.
- Johni Pangalila -
Air mata tidak akan menghapus dukamu; berharap tidak akan membuatmu sukses; hanya keberanian yang bisa membawamu kesana.
- Johni Pangalila -
Hidup adalah proses
perjuangan,
entah
kapan dan siapa yang memulai mengucapkan kata-kata tersebut di atas.
Yang jelas, semua dari kita pernah mendengar, membaca dan pernah
mengucapkannya. Sengaja atau tidak, menyadari atau tidak, kita
sendiri sebetulnya telah mengalami dan merasakan bahwa memang hidup
adalah proses perjuangan. Berbagai macam perjuangan telah kita
jalani, antara lain perjuangan dalam mewujudkan cita-cita yang
didambakan. Perjuangan dalam mengatasi setiap kesulitan dan kegagalan
yang selalu hadir di tengah kehidupan ini. Perjuangan untuk bisa
tampil sebagai pemenang serta memperoleh kesuksesan di setiap
perjuangan ini. Sudah tentu kita harus memiliki berbagai macam faktor
sebagai kekuatan yang dapat diandalkan. Di antara sekian banyak
faktor sebagai sarana penunjang, ada satu faktor yang harus kita
miliki yaitu faktor yung keberanian.
Jumat, 13 Mei 2016
PENGOBATAN DALAM DUNIA SUFI
Praktek-praktek
tasawuf praktis, seperti sholat, dzikir, tafakur (meditasi), ternyata tidak
sekedar ritual tanpa makna. Akan tetapi praktik-praktik sufi tersebut,
tersimpan potensi-potensi penyembuhan bagi penyakit-penyakit yang tidak bisa
disembuhkan oleh dunia kedokteran modern, seperti kanker, stroke, dan
jenis-jenis penyakit mental dan psikologis. Pengobatan dalam dunia sufi
cenderung menggunakan untaian-untain doa yang disusun oleh terapis dengan
menyesuaikan jenis penyakitnya. Doa-doa tersebut diambil dari ayat-ayat Al
Quran dan tuntunan doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Kekuatan dari Al Quran
itu bekerja pada manusia di luar bidang ilmu pengetahuan, yaitu yang diterapkan
dalam pengobatan Nabi (Tibbun Nabawi).
Kamis, 12 Mei 2016
PESANTREN & NU DUA MATA UANG YANG TAK BISA DIPISAHKAN
Pondok
pesantren terdiri dari dua kata yaitu "pondok" dan
"pesantren". Kata pondok berasal dari bahasa arab "funduq"
yang berarti tempat tidur, asrama atau hotel. Sedangkan kata pesantren berasal
dari kata dasar "santri" yang mendapat awalan "pe" dan
akhiran "an" menjadi "pesantrian". Orang Jawa mengatakannya
"pesantren" yang berarti tempat tinggal santri. Dalam ilmu pendidikan Islam, pondok pesantren
didefinisikan sebagai lembaga pendidikan untuk mempelajari, memahami,
mendalami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan
pentingnya moral keagamaan sebagai pedoman perilaku sehari-hari. Pondok pesantren
merupakan sebuah komplek pendidikan yang memiliki lima unsur (elemen) pokok,
yaitu: Pertama, Kyai. Kyai merupakan cikal bakal dan unsur paling
pokok dari sebuah pondok pesantren. Ia mempunyai peranan yang sangat penting
dan menentukan. Selain sebagai guru (muallim) yang mengajarkan ilmu agama
Islam, kyai merupakan pimpinan yang menentukan arah, bentuk dan corak
pendidikan di pesantrennya. Itulah
sebabnya pertumbuhan, perkembangan dan keberlangsungan hidup suatu pondok
pesantren sangat tergantung kepada kemampuan pribadi kyai dalam mengelolanya.
Rabu, 11 Mei 2016
PLURALITAS MERUPAKAN SUNNATULLAH
Trend keilmuan agama Islam (Ulum al-din) di masa depan, lebih-lebih Masalah
agama dan negara yang sepertinya terintegrasi dan terintekoneksi dengan
disiplin keilmuan yang lain. Dan merupakan salah satu hal yang penting dalam
pemikiran Gus Dur, oleh sebab itu banyak orang yang melakukan review terhadap pemikirannya
yang controversial atau nyeleneh misalkan terkait Islam, politik, negara dan
kebangsaan yang merupakan sendi dan dimensi dari perjuangan Gus Dur. Namun
berbeda dengan M. Natsir yang menginginkan Islam dijadikan kekuatan ideologi
dan dasar negara ini. Gus Dur sebaliknya, ia menolak Islam dijadikan ideologi,
karena menurutnya kalau agama, politik dan budaya diideologikan fungsinya akan
terdistorsi dan bukan malah mendapatkan struktur yang lebih baik, melainkan
justru akan memicu disintegrasi yang berbasis sektarian dan konflik horizontal.
Senin, 09 Mei 2016
JALAN CINTA PARA SUFI
Seorang sufiyah bernama Rabi’ah Adawiyah mengabdikan seluruh penghambaannya hanya demi cinta pada Dzat Yang Maha Indah. Dalam munajatnya, beliau menyeru “Tuhanku, sekiranya aku beribadah kepada-Mu karena takut neraka-Mu, biarlah aku terbakar api neraka Jahannam. Dan sekiranya aku beribadah kepada-Mu karena mengharap surga-Mu, jauhkan aku darinya. Tapi, sekiranya aku beribadah kepada-MU hanya semata cinta kepada-Mu, Tuhanku, janganlah Kau halangi aku melihat keindahan-MU yang abadi”
Minggu, 08 Mei 2016
PEREMPUAN DALAM ISLAM
Sejumlah lembaga swadaya masyarakat dan aktivis perempuan yang tergabung
dalam Aliansi Masyarakat Peduli Korban Kekerasan Seksual menuntut
pemerintah segera mengesahkan Rancangan Undang-undang Penghapusan
Kekerasan Seksual. Tuntutan ini menyusul adanya
pemerkosaan dan pembunuhan menimpa pelajar SMP di Bengkulu bernama
Yuyun, 14 tahun. Yuyun merupakan siswi SMP di Desa Kasie Kasubun,
Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu menjadi
korban pemerkosaan dan pembunuhan oleh 14 orang pada 4 April 2016.Kematian Yuyun menyulut solidaritas dari sejumlah pengguna media sosial berpengaruh. Salah satunya termanifestasi dalam tagar #NyalauntukYuyun.
AGAMA SEBAGAI MOTIVASI SOSIAL
Saya melihat dari setiap golongan
sosial mempunyai kebiasaan-kebiasaan sosial yang disebut dengan budaya kelompok
(custom). Budaya tersebut memberikan cirri tertentu pada kelompok
tersebut sehingga dapat dibedakan dengan kelompok sosial lainnya. Cirri osial
itu juga berlaku pada setiap aspek kehidupan anggota kelompok, termasuk aspek
keberagamaan mereka. Contohnya, kelompok masyarakat yang bermata pencaharian sebagai
petani, baik di lading maupun di sawah, yang sangat bergantung pada pergantian
musim, penghujan atau kemarau. Karena datangnya musim tersebut tidak teratur,
terkadang mendatangkan keuntungan yang berlipat ganda, dan kadng menyebabkan
krugian yang tidak terkira, nasibnya sangat bergantung pada musim yang tidak
dapat dikontrol oleh dirinya sendiri. Oleh karena itu, pengharapan dan
ketergantungan pada Yang Maha kuasa
sangat kuat dan dalam keberagamaan, mereka sangat totalitas.
Jumat, 06 Mei 2016
HIERARKI ILMU PENGETAHUAN
Topik pagi ini
tentang Pendidikan kritis sebagaimana tokoh-tokoh yang juga mengkaji topik
Pendidikan Kritis ini adalah : Poule
Freire, Mansour Fakih, Prof. Dr. Ahmad Tilaar dan lain-lain. Pendidikan kritis melalui pendidikan seolah-olah tidak ada habisnya
untuk diperbincangkan oleh para pemikir pendidikan hingga saat ini. Dan topik itu sendiri hingga
menjalar kedalam pendidikan ditanah air. Jika diamati lebih dalam, saya kira tidak
lebih dari apa yang disebut dengan pabrik intelektual. Sedangkan hakikat
pendidikan seutuhnya seakan terabaikan begitu saja. Mengidentifikasikan bahwa
dunia pendidikan kita telah mengalami pergeseran dari nilai-nilai sejatinya.
Digantikan dengan produk-produk egoisme diri dan kebinatangan yang semakin
serakah, tidak adil dan hampa akan nilai-nilai filosofis. Aksentuasinya
terletak pada pembentukan watak dan wawasan para intelektual kita yang hanya
terjebak pada nilai-nilai kehidupan yang kering akan moralitas dan etika dalam
kehidupan bermasyarakat.
Kamis, 05 Mei 2016
RAHASIA SUKSES MAHASISWA INDONESIA KULIAH DI TIMUR TENGAH
Sebenarnya tulisan ini akan saya bukukan, dan masih dalam proses, namun, alangkah baiknya saya kasih bocoran sedikit. Tulisan ini saya dapatkan dari
hasil “Wawancara
bersama Ustadz Shobah Di P.P. Terpadu Al-Ma’ruf, Pare Kampung Inggris, Kediri
Jawa Timur”.
Ustadz Shobah, bagaimana
itu bisa terjadi ?
SAINS ISLAM : SEBUAH TANGGUNGJAWAB INTELEKTUAL
Wacana
yang paling jelas,
komprehensif
dan
mendalam
yang ditemukan di
dalam al-Qur’an
adalah konsep ilmu. Tentu, dalam kedudukannya yang penting ini, ilmu hanya merupakan turunan dari tauhid (mengesakan) yang merupakan tema sentral
dan konsep dasar
al-Qur’an. Sebagai bukti bahwa di dalam al-Qur’an kedudukan ilmu
sangat penting, al-Qur’an menyinggung akar kata ilmu dan derivasinya
sebanyak 800 kali. Ide
tentang ilmu inilah yang membedakan pandangan dunia (worldview)
Islam
dengan semua
paham dan
ideologi
dunia. Tidak ada pandangan lain yang dapat menyebabkan pencarian
pengetahuan
sebagai kewajiban individu dan kolektif serta memberikan
tuntutan moral
dan religius sebagai
ibadah, selain
pandangan Islam. Oleh karena itu, bagi Anes ilmu menjadi ciri kebudayaan dan peradaban muslim. Dalam sejarah perdaban
muslim,
konsep
ilmu
diresapi oleh
semua lapisan masyarakat dan
terimplementasikan
di dalam
seluruh kerja
keras intelektual. Tidak ada
peradaban lain dalam sejarah yang telah merangkul
konsep “pengetahuan” dengan sedemikian erat dan mencarinya dengan sepenuh tenaga.
Rabu, 04 Mei 2016
NGAJI FILSAFAT ISLAM : IBNU KHOLDUN (Bapak Sosiologi Pertama)
Sepenuhnya tulisan ini didapat dari kajiannya Dr.
Fahruddin Faiz, yang di kaji di Masjid Jendral Sudirman, saya hanya
menyempurnakan saja melalui sebuah tulisan mini. Tulisan kali ini kita ketemu
tokoh besar terakhir dari generasi pertama filsafat Islam, yang setanding
dengan Ibnu Rusdi, yang dikenal dengan burhaninya al-Ghazali yang dikenal
dengan irfaninya. Sementara Ibnu Kholdun yang sudah tidak lagi sibuk dengan isu
langit namun sudah turun ke bumi. Ibnu Kholdun terkenal dengan sebutan bapak
filsafat sosial dan filsafat sejarah ada yang bilang Ibnu Kholdun bapak historiografi
dan sosiologi. Meskipun jika dilihat dari sejarah tidak banyak umat Islam yang
mengapresiasi Ibnu Kholdun, pikiran-pikiran Ibnu Kholdun ini populer belakangan
justru “atas jasanya para orientalis”, yang membongkar-bongkar tradisi
pemikiran Islam dan antara lain ketemulah Ibnu Kholdun.
Senin, 02 Mei 2016
KONTRIBUSI ISLAM SEBAGAI AGAMA MAYORITAS DI INDONESIA
Jadi pagi ini saya
akan membicarakan Islam, Islam yang merupakan salah satu agama yang masuk dan
berkembang di Indonesia. Hal ini tentu bukanlah sesuatu yang asing bagi Anda,
karena di masa media mungkin Anda sudah sering mendengar atau membaca bahwa
Indonesia adalah negara yang memiliki penganut agama Islam terbesar di dunia. Perkembangan
agama Islam di Indonesia yang berlangsung secara evolutif telah berhasil
menanamkan akidah Islamiah dan syari’ah shahihah, memunculkan cipta,
rasa, dan karsa oleh pemeluk-pemeluknya. Sebelum kedatangan Islam, masyarakat
telah memeluk agama yang berkembang secara evolutif pula, baik dari penduduk
asli (yang menganut animisme, dinamisme, veteisme, dan sebagainya) maupun pengaruh
dari luar (Hindu-Budha). Yang menarik, unsur-unsur budaya yang
bertentangan dengan nilai-nilai kepatutan tersingkir dengan sendirinya,
sedangkan yang baik yang mengandung unsur-unsur kepatutan dan kepantasan, hidup
secara berdampingan.
Minggu, 01 Mei 2016
RAHASIA, CARA, TIPS, & TES AGAR ANDA PERCAYA DIRI
![]() |
| Bersama Bpk. Fahmi Basya |
Tadi malam saya mendapat SMS dari teman saya, dia menanyakan soal bagaimana ya cara untuk bisa
percaya diri. Tentu jawabannya berpariasi, tinggal sejauh mana anda membaca dan
mengalaminya. Namun disini saya berusaha untuk merespon dari pertanyaan
tersebut. Pada dasarnya semua orang sebenarnya punya masalah dengan
istilah yang satu ini. Ada orang yang merasa telah kehilangan rasa kepercayaan
diri di hampir keseluruhan wilayah hidupnya. Mungkin terkait dengan soal krisis
diri, depresi, hilang kendali, merasa tak berdaya menatap sisi cerah masa
depan, dan lain-lain.
Langganan:
Postingan (Atom)



















