MEMBUDAYAKAN TOLERANSI
ANTAR UMAT BERAGAMA
Oleh :
Muhamad Abdul Aziz
Mahasiswa Pascasarjana
Pendidikan Islam
UIN Sunan Kalijaga
Khutbah 1
اَلْحَمْدُلِلّهِ
حَمْدًاكَثِيْرًاكَمَااَمَرَ. وَاَشْهَدُاَنْ لاَاِلهَ اِلاَّللهُ وَحْدَه
لاَشَرِيْكَ لَهُ. اِرْغَامًالِمَنْ جَحَدَبِهِ وَكَفَرَ. وَاَشْهَدُاَنَّ سَيِّدَنَا
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُاْلاِنْسِ وَالْبَشَرِ. اَللّهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ مَااتَّصَلَتْ
عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ اَمَّا
بَعْدُ : فَيَااَ يُّهَاالنَّاسُ اِتَّقُوااللهَ تَعَالىَ. وَذَرُوالْفَوَاحِشَ
مَاظَهَرَوَمَابَطَنْ. وَحَافِظُوْاعَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ
وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْااَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَفِيْهِ
بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاًعَلِيْمًا:
اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ
آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمًا. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ
عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَاصَلَّيْتَ
عَلىَ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. في
ِالْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
Hadirin Salat Jama’ah Jum’at
yang dimulyakan Allah
Saya jadi teringat tahun 1979, di kota Vatikan Roma, diadakan konferensi
internasional yang dihadiri oleh seluruh tokoh dan pembesar agama dunia. Dalam konferensi tersebut
terungkap, Indonesia merupakan negara percontohan dalam kehidupan toleransi antar
umat beragama. Bahkan Paus Paulus II pun mengatakan, “Indonesia meskipun terdiri dari beragam suku bangsa, bahasa, adat
istiadat dan agama, namun hidup dalam kerukunan dan keramahtamahan.”
Namun penulis merasa, kekaguman dunia internasional tersebut kini sudah
tinggal kenangan, sebab perbedaan suku, bangsa, adat istiadat, dan agama kini
sering menjadi pemicu dan pemacu lahirnya fanatisme buta, persaingan tidak
sehat, perselisihan, dan perpecahan, bahkan gontok-gontokan yang mengikis habis
nilai-nilai toleransi.
Jika saya perhatikan bahwa kerusuhan demi kerusuhan akhir-akhir ini
muncul diberbagai daerah, laksana cendawan dimusim hujan, seperti Sambas,
Sampit, Ambon, Timor-Timor, Poso dan lainnya. Ternyata menurut para pengamat
para sosial semua itu bersumber dari masalah SARA terutama agama. Pertanyaanya,
apakah ada agama yang mengajarkan umatnya bermusuhan ? tentu tidak ada.
Hadirin Salat Jama’ah Jum’at
yang dirahmati Allah
Oleh karena itu, agar perbedaan agama tidak melahirkan permusuhan, kita
harus membudayakan toleransi antar umat beragama. Mengingat betapa penting hal
tersebut sebagaimana diungkapkan dalam QS al-Kafirun ayat 1-6 yang artinya :
قُلۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡكَٰفِرُونَ ١ لَآ
أَعۡبُدُ مَا تَعۡبُدُونَ ٢ وَلَآ
أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ ٣
وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٞ مَّا عَبَدتُّمۡ ٤ وَلَآ
أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ ٥ لَكُمۡ دِينُكُمۡ وَلِيَ دِينِ
Artinya : “Hai orang-orang kafir, aku tidak akan
menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
Dan aku tidak akan pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu
tidak pernah (pula) menjadi penyembah tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu
dan untukkulah agamaku.”
Menurut pembacaan saya,
sababun nuzul ayat tersebut, sebagaimana ditafsiri oleh Imam as Syuti dalam
“Lubabun Nuqul Fi Asbab al-Nuzul” adalah berkenaaan dengan ajakan kafir Quraisy
kepada Rasul untuk bergantian menyembah Tuhan masing-masing. Satu tahun
menyembah Allah, satu tahun lagi menyembah berhala. Maka turunlah ayat diatas,
dengan menolak keras ajakan tersebut.
Islam, mempunyai konsep yang jelas dan tegas dalam masalah kehidupan
beragama. Dalam masalah muamalah kita boleh bertoleransi. Tapi dalam akidah dan
ibadah, Islam dengan tegas mengatakan : “Tidak ada tuhan selain Allah” bahkan
sampai tetes darah penghabisan tetap “Tidak ada tuhan selain Allah”, namun
demikian, Islam tidak pernah menganggu aqidah agama lain.
Dalam amatan saya,
sejarah membuktikan, bahwa agama Akhaton masuk ke Mesir dengan menghancurkan
tempat-tempat ibadah “Amon”, agama Kristen masuk ke Mesir dengan membunuh
penganut agama Mesir kuno, agama Romawi Paganis masuk ke Mesir dengan membunuh
penganut Kristen Koptik, Islam masuk ke Mesir tidak satupun rumah ibadah yang
dibakar, tdak seorangpun pendeta yang dibantai. Bahkan Rasul dengan tegas mengatakan,
“Siapa saja yang menyakiti kafir dzimi
sungguh telah melukaiku.”
Dari sejarah tersebut menunjukan bahwa Islam bukan agama sadis, Islam
bukan bengis, bahkan Islam bukan agama teroris, sebagaimana dituduhkan Barat
saat ini. Tapi Islam adalah agama Rahmatan lilalamin. Dengan demikian, kalau
akhir-akhir ini terjadi teror dan
pengeboman seperti di Legian Kutai Bali, Hotel Mariot dan Kedubes
Australia, di Paris, Prancis, yang katanya dilakukan oleh orang-orang yang
beragama Islam. Disini saya tegaskan semua itu bukan dari ajaran Islam, sekali
lagi bukan ajaran Islam, tapi lebih disebabkan karena faktor kepentingan
golongan dan bentuk perlawanan imprialisme politik Barat.
Muncul pertanyaan, apa yang seharusnya kita lakukan agar kerukunan umat
beragama tetap terjaga ? sebagai jawabannya, mari kita renungkan firman Allah
dalam penggalan surat al-An’am ayat 108 :
وَلَا تَسُبُّواْ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ
فَيَسُبُّواْ ٱللَّهَ عَدۡوَۢا بِغَيۡرِ عِلۡمٖۗ
Artinya : “Dan janganlah
kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka
nanti akan memaki Allah dengan melampai batas tanpa pengetahuan.”
Dengan demikian, firman Allah tadi mengajarkan kepada kita umat Islam
agar jangan menghina, melecehkan, dan memerangi ajaran agama lain. Biarkanlah
kaum Kristiani umat Hindu mengamalkan Veda-Vadenta, Resi Agatya, demikian juga
kepada umat Budha biarkan menjalankan ajaran Dharma, Shidarma Gautama. Jika
kita umat Islam sudah giat berusaha, bangsa Indonesia sudah memiliki semangat
kerja yang tinggi serta para pemuda mampu mengisi masa mudanya dengan berbagai
kreasi, insya Allah kita akan maju dan berkembang, mampu bersaing secara ilmu
pengetahuan, tekhnologi dan saint, sehingga mendapatkan hidup dan kehidupan
yang bahagia. Sesuai janji Allah dalam
surat an-Nahl ayat 97 :
مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ
وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَلَنُحۡيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةٗ طَيِّبَةٗۖ وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ
أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٩٧
Artinya :“
Barangsiapa yang mengerjakan amal
saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya
akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri
Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan.”
Demikian jani Allah apabila kita mau berusa bekerja dan berkarya serta
dilandasi keimanan, maka Allah akan memberikan kepada kita “khayaatan Thoyibah”
kehidupan yang baik dan sukses.
Hadirin Salat Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah
Menurut saya, umat Islam saat ini merupakan umat yang tertinggal, salah
satu penyebabnya karena kita memiliki semangat kerja yang rendah. Oleh karena
itu jika kita ingin maju mulai saat ini ; 1. Mari
kita satukan persepsi, 2.Mari
samakan visi dan misi untuk bangkit, 3. Mari bekerja dan berkarya demi nusantara tercinta. Amiin ya
Rabbal ‘alamin.
بَارَكَ
اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا
فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ
وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِيْ وَلَكُمْ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ
الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِيِمْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ
اللَّهُمَّ
اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعاً مَرْحُوْماً، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ
بَعْدِهِ تَفَرُّقاً مَعْصُوْماً، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا
مَحْرُوْماً.اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى
وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ
تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَاناً صَادِقاً ذَاكِراً، وَقَلْباً خَاشِعاً
مُنِيْباً، وَعَمَلاً صَالِحاً زَاكِياً، وَعِلْماً نَافِعاً رَافِعاً،
وَإِيْمَاناً رَاسِخاً ثَابِتاً، وَيَقِيْناً صَادِقاً خَالِصاً، وَرِزْقاً
حَلاَلاً طَيِّباً وَاسِعاً، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ
وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجمع كلمتهم عَلَى
الحق، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظالمين، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعَبادك
أجمعين. اللَّهُمَّ رَبَّنَا احْفَظْ أَوْطَانَنَا وَأَعِزَّ سُلْطَانَنَا
وَأَيِّدْهُ بِالْحَقِّ وَأَيِّدْ بِهِ الْحَقَّ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ
الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ،
الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَار.ِ اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ
السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في
ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا وكُلِّ أَرزَاقِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ
رَبَّنَا
آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ
هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ
تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ . اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ
سَمِيْعٌ
قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ
.
عِبَادَ
اللهِ...