One Day One Knowledge: KARAKTER PEMIMPIN YANG SANGAT LUAR BIASA: Menarik sebetulnya jika membahas pemimpin yang tentu tidak akan ada habinya untuk dibicarakan, pemimpin yang dapat memberikan kesej...
Blog ini adalah tempat saya menuliskan berbagai ilmu pengetahuan keseharian saya (sesekali esai atau opini ringan). Artikel-artikel di blog ini tentu melalui bacaan-bacaan buku atau reaksi terhadap isu-isu yang hangat. semoga artikel yang saya tulis bisa nyaman dan menarik untuk dibaca oleh semua pihak.
Blog ini adalah tempat saya menuliskan berbagai ilmu pengetahuan keseharian saya (sesekali esai atau opini ringan). Artikel-artikel di blog ini tentu melalui bacaan-bacaan buku atau reaksi terhadap isu-isu yang hangat. semoga artikel yang saya tulis bisa nyaman dan menarik untuk dibaca oleh semua pihak. Blog yang berisi materi-materi kuliah keseharian yang tidak ada di kampus namun bisa di dapat di blog ini setiap hari. Selamat datang di Universitas kehidupan.
Jumat, 30 Desember 2016
Kamis, 14 Juli 2016
KHUTBAH CINTA : MEMBUDAYAKAN TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA
MEMBUDAYAKAN TOLERANSI
ANTAR UMAT BERAGAMA
Oleh :
Muhamad Abdul Aziz
Mahasiswa Pascasarjana
Pendidikan Islam
UIN Sunan Kalijaga
Khutbah 1
اَلْحَمْدُلِلّهِ
حَمْدًاكَثِيْرًاكَمَااَمَرَ. وَاَشْهَدُاَنْ لاَاِلهَ اِلاَّللهُ وَحْدَه
لاَشَرِيْكَ لَهُ. اِرْغَامًالِمَنْ جَحَدَبِهِ وَكَفَرَ. وَاَشْهَدُاَنَّ سَيِّدَنَا
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُاْلاِنْسِ وَالْبَشَرِ. اَللّهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ مَااتَّصَلَتْ
عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ اَمَّا
بَعْدُ : فَيَااَ يُّهَاالنَّاسُ اِتَّقُوااللهَ تَعَالىَ. وَذَرُوالْفَوَاحِشَ
مَاظَهَرَوَمَابَطَنْ. وَحَافِظُوْاعَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ
وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْااَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَفِيْهِ
بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاًعَلِيْمًا:
اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ
آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمًا. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ
عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَاصَلَّيْتَ
عَلىَ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. في
ِالْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
Hadirin Salat Jama’ah Jum’at
yang dimulyakan Allah
Saya jadi teringat tahun 1979, di kota Vatikan Roma, diadakan konferensi
internasional yang dihadiri oleh seluruh tokoh dan pembesar agama dunia. Dalam konferensi tersebut
terungkap, Indonesia merupakan negara percontohan dalam kehidupan toleransi antar
umat beragama. Bahkan Paus Paulus II pun mengatakan, “Indonesia meskipun terdiri dari beragam suku bangsa, bahasa, adat
istiadat dan agama, namun hidup dalam kerukunan dan keramahtamahan.”
Namun penulis merasa, kekaguman dunia internasional tersebut kini sudah
tinggal kenangan, sebab perbedaan suku, bangsa, adat istiadat, dan agama kini
sering menjadi pemicu dan pemacu lahirnya fanatisme buta, persaingan tidak
sehat, perselisihan, dan perpecahan, bahkan gontok-gontokan yang mengikis habis
nilai-nilai toleransi.
Jika saya perhatikan bahwa kerusuhan demi kerusuhan akhir-akhir ini
muncul diberbagai daerah, laksana cendawan dimusim hujan, seperti Sambas,
Sampit, Ambon, Timor-Timor, Poso dan lainnya. Ternyata menurut para pengamat
para sosial semua itu bersumber dari masalah SARA terutama agama. Pertanyaanya,
apakah ada agama yang mengajarkan umatnya bermusuhan ? tentu tidak ada.
Hadirin Salat Jama’ah Jum’at
yang dirahmati Allah
Oleh karena itu, agar perbedaan agama tidak melahirkan permusuhan, kita
harus membudayakan toleransi antar umat beragama. Mengingat betapa penting hal
tersebut sebagaimana diungkapkan dalam QS al-Kafirun ayat 1-6 yang artinya :
قُلۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡكَٰفِرُونَ ١ لَآ
أَعۡبُدُ مَا تَعۡبُدُونَ ٢ وَلَآ
أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ ٣
وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٞ مَّا عَبَدتُّمۡ ٤ وَلَآ
أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ ٥ لَكُمۡ دِينُكُمۡ وَلِيَ دِينِ
Artinya : “Hai orang-orang kafir, aku tidak akan
menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
Dan aku tidak akan pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu
tidak pernah (pula) menjadi penyembah tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu
dan untukkulah agamaku.”
Menurut pembacaan saya,
sababun nuzul ayat tersebut, sebagaimana ditafsiri oleh Imam as Syuti dalam
“Lubabun Nuqul Fi Asbab al-Nuzul” adalah berkenaaan dengan ajakan kafir Quraisy
kepada Rasul untuk bergantian menyembah Tuhan masing-masing. Satu tahun
menyembah Allah, satu tahun lagi menyembah berhala. Maka turunlah ayat diatas,
dengan menolak keras ajakan tersebut.
Islam, mempunyai konsep yang jelas dan tegas dalam masalah kehidupan
beragama. Dalam masalah muamalah kita boleh bertoleransi. Tapi dalam akidah dan
ibadah, Islam dengan tegas mengatakan : “Tidak ada tuhan selain Allah” bahkan
sampai tetes darah penghabisan tetap “Tidak ada tuhan selain Allah”, namun
demikian, Islam tidak pernah menganggu aqidah agama lain.
Dalam amatan saya,
sejarah membuktikan, bahwa agama Akhaton masuk ke Mesir dengan menghancurkan
tempat-tempat ibadah “Amon”, agama Kristen masuk ke Mesir dengan membunuh
penganut agama Mesir kuno, agama Romawi Paganis masuk ke Mesir dengan membunuh
penganut Kristen Koptik, Islam masuk ke Mesir tidak satupun rumah ibadah yang
dibakar, tdak seorangpun pendeta yang dibantai. Bahkan Rasul dengan tegas mengatakan,
“Siapa saja yang menyakiti kafir dzimi
sungguh telah melukaiku.”
Dari sejarah tersebut menunjukan bahwa Islam bukan agama sadis, Islam
bukan bengis, bahkan Islam bukan agama teroris, sebagaimana dituduhkan Barat
saat ini. Tapi Islam adalah agama Rahmatan lilalamin. Dengan demikian, kalau
akhir-akhir ini terjadi teror dan
pengeboman seperti di Legian Kutai Bali, Hotel Mariot dan Kedubes
Australia, di Paris, Prancis, yang katanya dilakukan oleh orang-orang yang
beragama Islam. Disini saya tegaskan semua itu bukan dari ajaran Islam, sekali
lagi bukan ajaran Islam, tapi lebih disebabkan karena faktor kepentingan
golongan dan bentuk perlawanan imprialisme politik Barat.
Muncul pertanyaan, apa yang seharusnya kita lakukan agar kerukunan umat
beragama tetap terjaga ? sebagai jawabannya, mari kita renungkan firman Allah
dalam penggalan surat al-An’am ayat 108 :
وَلَا تَسُبُّواْ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ
فَيَسُبُّواْ ٱللَّهَ عَدۡوَۢا بِغَيۡرِ عِلۡمٖۗ
Artinya : “Dan janganlah
kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka
nanti akan memaki Allah dengan melampai batas tanpa pengetahuan.”
Dengan demikian, firman Allah tadi mengajarkan kepada kita umat Islam
agar jangan menghina, melecehkan, dan memerangi ajaran agama lain. Biarkanlah
kaum Kristiani umat Hindu mengamalkan Veda-Vadenta, Resi Agatya, demikian juga
kepada umat Budha biarkan menjalankan ajaran Dharma, Shidarma Gautama. Jika
kita umat Islam sudah giat berusaha, bangsa Indonesia sudah memiliki semangat
kerja yang tinggi serta para pemuda mampu mengisi masa mudanya dengan berbagai
kreasi, insya Allah kita akan maju dan berkembang, mampu bersaing secara ilmu
pengetahuan, tekhnologi dan saint, sehingga mendapatkan hidup dan kehidupan
yang bahagia. Sesuai janji Allah dalam
surat an-Nahl ayat 97 :
مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ
وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَلَنُحۡيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةٗ طَيِّبَةٗۖ وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ
أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٩٧
Artinya :“
Barangsiapa yang mengerjakan amal
saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya
akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri
Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan.”
Demikian jani Allah apabila kita mau berusa bekerja dan berkarya serta
dilandasi keimanan, maka Allah akan memberikan kepada kita “khayaatan Thoyibah”
kehidupan yang baik dan sukses.
Hadirin Salat Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah
Menurut saya, umat Islam saat ini merupakan umat yang tertinggal, salah
satu penyebabnya karena kita memiliki semangat kerja yang rendah. Oleh karena
itu jika kita ingin maju mulai saat ini ; 1. Mari
kita satukan persepsi, 2.Mari
samakan visi dan misi untuk bangkit, 3. Mari bekerja dan berkarya demi nusantara tercinta. Amiin ya
Rabbal ‘alamin.
بَارَكَ
اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا
فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ
وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِيْ وَلَكُمْ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ
الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِيِمْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ
اللَّهُمَّ
اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعاً مَرْحُوْماً، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ
بَعْدِهِ تَفَرُّقاً مَعْصُوْماً، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا
مَحْرُوْماً.اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى
وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ
تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَاناً صَادِقاً ذَاكِراً، وَقَلْباً خَاشِعاً
مُنِيْباً، وَعَمَلاً صَالِحاً زَاكِياً، وَعِلْماً نَافِعاً رَافِعاً،
وَإِيْمَاناً رَاسِخاً ثَابِتاً، وَيَقِيْناً صَادِقاً خَالِصاً، وَرِزْقاً
حَلاَلاً طَيِّباً وَاسِعاً، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ
وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجمع كلمتهم عَلَى
الحق، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظالمين، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعَبادك
أجمعين. اللَّهُمَّ رَبَّنَا احْفَظْ أَوْطَانَنَا وَأَعِزَّ سُلْطَانَنَا
وَأَيِّدْهُ بِالْحَقِّ وَأَيِّدْ بِهِ الْحَقَّ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ
الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ،
الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَار.ِ اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ
السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في
ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا وكُلِّ أَرزَاقِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ
رَبَّنَا
آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ
هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ
تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ . اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ
سَمِيْعٌ
قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ
.
عِبَادَ
اللهِ...
KHUTBAH CINTA : “MENGAJAK KEPADA KEMAJUAN: BELAJAR MEMAKMURKAN MASJID”
“MENGAJAK KEPADA KEMAJUAN:
BELAJAR MEMAKMURKAN MASJID”
Oleh :
Muhamad Abdul Aziz
Mahasiswa Pascasarjana
Pendidikan Islam
UIN Sunan Kalijaga
Khutbah 1
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ
لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد
قال الله تعالى: اعوذبالله من الشيطان الر جيم : يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا
اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا
أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا
وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ
اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا
اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ
لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا
عَظِيْمًا.
Hadirin Salat Jama’ah Jum’at
yang dimulyakan Allah
Saya jadi teringat pada tahun 1975, di kota Makkah Al-Mukarramah, diadakan Muktamar Risalatul
Masjid sedunia. Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa masjid bisa berperan
secara optimal bila memiliki ruangan, peralatan, serta sarana dan prasarana
yang memadai. Seiring dengan keputusan muktamar tersebut, maka dibangunlah
masjid-masjid yang megah, mewah, kokoh, bahkan memilki nilai arsitektur yang
bergaya Cina, Eropa, dan India.
Namun, seiring dengan bermunculannya masjid-masjid
tersebut, fungsi dan peran masjid yang sebenarnya semakin terkikis serta
mengalami pergusuran dan pergeseran. Akibatnya, masjid laksana bangunan kosong
yang tiada bermakna. Megah masjidnya, tapi sepi dari muatan takwa. Mewah
masjidnya, tapi kosong dari ajaran agama. Bahkan, besar dan menjulang tinggi
masjidnya, tapi ramai dengan remaja yang sedang bercinta.
Melihat kondisi tersebut, Maka timbul
pertanyaan, bagaimanakah upaya untuk memakmurkan masjid Allah tersebut? Salah
satu jawabannya mari kita merujuk pada (al-Qur’an surat At-Taubah: 18):
إِنَّمَا يَعۡمُرُ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ مَنۡ
ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ
وَلَمۡ يَخۡشَ إِلَّا ٱللَّهَۖ فَعَسَىٰٓ أُوْلَٰٓئِكَ أَن يَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُهۡتَدِينَ
“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah
orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan
shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada
Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan Termasuk golongan orang-orang
yang mendapat petunjuk”.
Hadirin Salat Jama’ah Jum’at
yang dirahmati Allah
Dari ayat tersebut dapat
kita pahami bahwa orang-orang berimanlah yang dapat memelihara, memakmurkan,
serta menjaga masjid Allah swt. Demikian ungkapan Imam al-Akhdori dalam kitab
Jauhar Maknun-nya. Begitu juga Khalid
Abdurrahman al-Aqi dalam “Shafwatul Bayan Li Ma’anil Qur’an’’ memberikan
sarahan bahwa tidak ada orang yang mau memakmurkan dan menjaga masjid Allah,
kecuali orang-orang yang membenarkan ke-Esaan Allah dan hari akhir.
Maka, ketika seorang mikmin sudah tidak
peduli, apatis, acuh tak acuh, masa bodoh terhadap masjid, bukan saja
mencerminkan seorang mukmin yang durhaka, tapi lebih dari itu, mencerminkan
bersikap kafir dan musyrik. Sebab, orang musyrik dan kafir tidak mungkin
menjaga masjid, tapi sebaliknya, mereka mengotori, merusak, bahkan menghancurkan masjid Allah swt.
Sebagai bukti, kita saksikan bersama tragedi di
Ambon, masjid-masjid dibombardir. Kejadian di Poso, ratusan dan ribuan masjid
dibumihanguskan. Bahkan, akhir-akhir ini di Palestina, Masjidil Aqsha sebagai
lambang kebanggaan Umat Islam sedunia hendak diambil alih untuk dijadikan
gereja oleh Zionis Israel yang notabenenya dari kaum bangsa Yahudi.
Lalu munculah sebuah pertanyaan,
bagaimana langkah kongkrit kita untuk belajar
menjaga, memelihara dan memakmurkan masjid ? Prof.
Dr. Quraish Shihab dalam bukunya Wawasan
al-Qur’an mengatakan, “Kita dituntut untuk menjadikan
masjid sebagai tempat sujud, melakukan ibadah ritual, serta rekayasa sosial
demi kemajuan kehidupan umat Islam sebagaimana dicontohkan Rasulullah pada
waktu di Kota Madinah.
Sejarah mencatat, tak kurang dari 10% fungsi
yang telah diemban Masjid Nabawi dalam rangka membangun tatanan kehidupan yang
Islami. Berawal dari Masjid, Rasul membina akidah umat sehingga tercipta akidah
dan keyakinan yang mantap. Berawal dari masjid, Rasul saw. melakukan
konsolidasi sehingga tercipta Islam yang kokoh dan kuat. Berawal dari masjid,
Rasul menentukan strategi perang sehingga umat Islam meraih kemenangan. Maka,
pantas kalau Prof. Mukti Ali berpendapat bahwa masjid merupakan central of activity. Menjadi pusat dan
pangkal muslim dalam melakukan berbagai aktivitas. Namun sayang, fungsi dan peran masjid, kini
dari hari ke hari, semakin mengalami penyempitan.
Saya
melihat sekarang masjid kadang hanya sebagai tempat ibadah ritual saja. Itu pun
hanya segelintir orang yang sadar akan shalat
berjamaah di masjid. Lebih ironis, terkadang masjid dikambinghitamkan sebagai
sumber perselisihan, permusuhan, bahkan pertentangan
antargolongan. Gara-gara beda aliran, beda paham, lain madzhab, jadi enggan
pergi ke masjid. Akibatnya, lahir masjid-masjid mewah sebagai tandingan. Muncul
masjid-masjid megah sebagai simbol
golongan. Bahkan, marak dan merebak masjid-masjid berarsitektur Eropa
yang penuh dengan kemunafikan. Oleh
karena itu, pantas Allah mengigatkan kita melalui firman-Nya dalam (surat
At-Taubah : 108 ) :
لَا تَقُمۡ فِيهِ أَبَدٗاۚ لَّمَسۡجِدٌ أُسِّسَ
عَلَى ٱلتَّقۡوَىٰ مِنۡ أَوَّلِ يَوۡمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِۚ فِيهِ رِجَالٞ
يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُواْۚ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُطَّهِّرِينَ
١٠٨
Artinya : “Janganlah
kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguh- nya mesjid yang
didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut
kamu sholat di dalamnya. di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin
membersihkan diri. dan Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih”.
Pada ayat tersebut terdapat kalimat yang artinya : Bahwa mendirikan
masjid harus didasari dan didorong oleh ketakwaan kepada Allah. Sebab dengan
ketakwaanlah, kita bisa memakmurkan masjid. Dengan demikian tujuan-tujuan
lain di luar tujuan takwa kepada Allah harus dihindari, bahkan harus jauh-jauh
dibuang dalam rangka pembangunan, pembinaan, dan memakmurkan masjid. Apakah itu
kepentingan pribadi, materi, ideologi maupun politik. Rasulullah memberikan
batasan dan gambaran tentatang fungsi masjid : “Masjid-masjid tidak wajar untuk
tempat kencing atau membuang sampah. Ia hanya untuk (dijadikan tempat)
berdzikir kepada Allah, taat dan membaca (belajar) al-Qur’an”.
Lalu, bagaimanakah kesadaran umat Islam dalam
rangka memakmurkan dan memfungsikan masjid di negara kita ini? Alhamdulillah, di
kota-kota sekarang muncul kesadaran masyarakat untuk memakmurkan masjid dengan
ditandai munculnya DKM, IRMA. Malah tak mau ketinggalan. muncul INEM (Ikatan
Nenek-nenek Masjid). Begitu juga di akademika kampus, mahasiswa melakukan KKN
(Kuliah kerja Nyata) yang berbasis masjid.
Mereka shalat
berjamaah, salat tarawih bersama, khataman al-Qur’an bersama. Mudah-mudahan ini
semua merupakan langkah awal untuk
menjadikan masjid sebagai sarana pembinaan sekaligus wahana mempererat tali
persatuan dan kesatuan sesama muslim. Tidak ada bangunan yang bisa membina
kesatuan umat Islam secara terpadu, menjadi komitmen menjadi satu, serta
menghilangkan kultus individu, kecuali hanya satu bangunan yang dinamakan masjid.
Oleh sebab itu, mulai saat ini jangan muncul
lagi istilah masjid Muhammadiyah, masjid NU, masjid LDII, masjid persis. Juga jangan sampai kita mendengar ada masjid
Tukimin, Paijo, Gus Dur, Amin Rais, Hamzah Haz, SBY bahkan masjid Jokowi. Setuju? Tapi hanya ada satu, yaitu masjid umat Islam. Yang
bukan umat Islam, jangan sekali-kali mengotori, apalagi merusak masjid
bagaimanapun dan dengan cara apapun!
Dan ketika kita belajar memakmurkan masjid, berarti kita sedang beramal
shalih.
Allah akan menjamin balasan insan-insan yang shalih sebagaimana dijelaskan dalam (al-Qur’an. Surat Al-Maidah : 9) :
وَعَدَ ٱللَّهُ
ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ وَأَجۡرٌ
عَظِيمٞ ٩
Artinya : “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang
beriman dan yang beramal shalih, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang
besar”.
Hadirin Salat Jama’ah Jum’at
yang dimulyakan Allah
Pada
momen kali ini sangat penting bagi kita memilki tanggung jawab moral untuk belajar dan terus belajar memakmurkan masjid, baik untuk sarana ibadah
ritual maupun sosial dalam rangka menciptakan kehidupan umat Islam yang
bertakwa. Oleh karena itu, kewajiban kita saat ini agar persatuan dan persaudaraan kita ini di capai maka
salah satu diantaranya adalah dapat membina dan memakmurkan masjid Allah swt.
Amiin ya Rabbal ‘alamin.
بَارَكَ
اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا
فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ
وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِيْ وَلَكُمْ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ
الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِيِمْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ
اَللّهُمَّ
وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِالرَّاشِدِيْنَ سَيّدِنَا اَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ
وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ سَائِرِاَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ وَعَنِ
التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِى التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلىَ
يَوْمِ الدِّيْنِ
اَللّهُمَّ
اغْفِرْلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَاوَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ.
اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّاالْغَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ
وَالْمِحَنَ. وَسُوْءَالْفِتَنِ مَاظَهَرَمِنْهَا وَمَابَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا
هَذَاخَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِبَلاَدِالْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ
الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَااَتِنَافِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ
حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَالله
اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى
وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمِ يذكركم وَاشْكُرُوهُ عَلىَ نِعَمِهِ
يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُاللهِ اَكْبَرُ
KHUTBAH CINTA : “BELAJAR MENJAGA LINGKUNGAN HIDUP SECARA SANTUN”
KHUTBAH CINTA :
“BELAJAR
MENJAGA LINGKUNGAN HIDUP SECARA SANTUN”
Oleh :
Muhamad Abdul Aziz
Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Islam
UIN Sunan Kalijaga
Khutbah 1
اَلْحَمْدُ
لِله الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا
وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ
الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيًا إِلَى الْحَقِّ
بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. اَللَّهُمَّ
صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُونَ يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا
كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ
إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ
لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا
عَظِيمًا أَمَّا
بَعْدُ؛
Hadirin Sidang
Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah
Saya mau bertanya. Kita bisa bertemu dan berkumpul di dalam majelis
ini atas kehendak atau iradat siapa? Allah swt. Karena, Allah yang Maha
Pengasih tak pernah pilih kasih. Allah yang Maha Penyayang sayangnya tak
terbilang. Diciptakan-Nya siang dan malam secara sistematis dan teratur. Siang
tidak mau mendahului malam. Begitu juga malam tidak mau mendahului siang. Semua
tunduk dan patuh pada perintah Allah swt. Sholat teriringsalam salam semoga tercurahkan
kepada nabi besar kita ya’ni nabi Muhammad SAW.
Di atas mimbar ini, khatib berwasiat kepada
diri sendiri dan para jama’ah sekalian agar senantiasa menjaga ketaqwaan kita
kepada Allah SWT. Dengan cara melaksanakan semua perintahnya dan menjauhi
segala larangannya.
Hadirin Sidang
Jama’ah Jum’at yang dimulyakan Allah
Seorang budayawan kelahiran Banten
bernama Multatuli, mengibaratkan negeri kita Indonesia laksana untaian jamrud
yang dihamparkan di persada nusantara. Koes Plus pun pernah bersenandung :
“Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu semua jadi tanaman.
Sehingga muncul sebuah anekdok, di kita Indonesia tanam tongkat akan jadi
pohon, sementara di Arab Saudi tanam pohon eh malah jadi tongkat.
Menurut saya,
ungkapan tersebut mengilustrasikan kepada kita betapa subur dan makmurnya
Negara Indonesia. Dihiasi dengan pemandangan alamnya yang begitu indah, hijau
dan eksotik, gunung-gunung menjulang tinggi berpayungkan awan, padi-padi
menguning tersusun rapi laksana hamparan permadani, burung-burung berkicau
seiring dengan terbitnya sang mentari di pagi hari, sehingga nampaklah suasana
aman, nyaman, adem, ayem, tenterem, elok dan asri. Namun saying, pemandangan
tersebut kini sulit kita dapati karena telah berubah menjadi situasi yang
panas, gersang, bau, kotor, pengap, kumuh, tidak bersahabat bahkan mengancam
kelangsungan hidup alam kita. Itu semua
disebabkan karena kecongkakan, kesombongan dan keangkramurkaan manusia serta
ulah tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab.
Karena itulah,
agar alam ini tetap lestari dan terpelihara dibutuhkan manusia-manusia yang
amanat yang mampu menjaga alam ini, dan untuk mengoptimalkan hal tersebut,
sebagaimana Qs. Ar-Rum ayat 41 menggambarkan bahwa :”Telah nampak kerusakan di
darat dan di laut disebabkan karena perbuatan manusia, supaya Allah merasakan
kepada mereka sebahagiaan dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali
(ke jalan yang benar)”. Dan
yang disebut dengan tangan manusia
maksudnya adalah seluruh perbuatan manusia
yaitu di sebabkan kemaksiatan manusia, karena makmurnya alam, tegaknya
langit dan lestarinya alam hanya akan tercapai dengan ketaatan, demikian
penafsiran Imam Ali as- Shabuni dalam
kitab Shafwatut Tafasir.
Hadirin Sidang
Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah
Berkaitan dengan hal tersebut Prof. Dr. Quraish Syihab
dalam “wawasan al-Qur’an” menjelaskan, bahwa bumi ini hanya akan dipusakai oleh
orang-orang yang salah, tanah air ini hanya akan dimakmurkan oleh orang-orang
yang benar bukan hanya orang yang sekedar pintar, Indonesia tercinta ini hanya
akan dilestarikan oleh hamba-hamba yang taat bukan manusia-manusia bergelimpang
maksiat, sebab perbuatan maksiat hanya akan melahirkan kecongkakan dan
keserakahan manusia yang ingin menguasai alam ini.
Sebagai buktinya kita lihat, banyak lahan-lahan pertanian
telah dirubah menjadi mega-mega proyek, gunung-gunung yang rimbun telah disulap
menjadi vila-vila megah dan real estate, lahan-lahan subur telah berubah
menjadi komplek-komplek industri. Padahal, maaf
bukan pembangunannya yang kita tidak
sepakati, tolong pemerintah dalam memajukan pembangunan perhatikan juga
lingkungan hidupnya.
Dan kita semua
bisa belajar dari lingkungan hidup, ini semua hanya demi kenyamanan manusia,
sebab jika limbah industri merajalela, green house effect dimana-mana, akan mengakibatkan suhu semakin naik dan
panas. Akibatnya dengan naiknya suhu akan menyebabkan perubahan iklim sedunia
tidak menentu sehingga curah hujan tidak seimbang, dengan naiknya suhu akan
muncul pemanasan global serta menaiknya frekuensi dan intensitas badai, dengan
menaiknya suhu akan melelehkan es abadi yang ada didaerah pegunungan dan kutub
bahkan dengan naiknya suhu akan menjadikan air laut semakin pasang sehingga
tidak mustahil pada akhirnya daratan ini menjadi lautan (nauzubillah).
Kalau demikian,
menurut hemat saya lalu apa amanat yang harus ditunaikan oleh kita agar alam
ini tetap lestari ? sebagai jawaban diatas adalah tertuang dalam Qs. Hud ayat
61, dijelaskan bahwa :
وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمۡ صَٰلِحٗاۚ
قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥۖ هُوَ
أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ وَٱسۡتَعۡمَرَكُمۡ فِيهَا فَٱسۡتَغۡفِرُوهُ ثُمَّ
تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِۚ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٞ مُّجِيبٞ
Artinya :”Dan kepada
Tsamud (kami utus) saudara mereka Shaleh. Sholeh berkata : “Hai kaumku,
sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. DIa telah
menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu
mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya tuhanku
amat dekat (rahmatnya) lagi memperkenankan (doa hambanya).
Khalid
Abdurrahman Al-Aki dalam Shafwatut Bayan Lima’anil Qur’an menafsirkan ayat diatas
Ia menegaskan bahwa “Allah menciptakan manusia tanah, tinggal diatas tanah dan
berkewajiban memakmurkan tanah dan melestarikan tanah berupa alam raya ini.
Saya jadi timbul bertanya ? bagaimana kesadaran manusia terhadap amanat menjaga alam ini ? sebagai
jawabannya, Alhamdulillah, saat ini saya melihat banyak orang mulai peduli
dengan lingkungannya, sehingga di negeri kita ini banyak bermunculan
organisasi-organisasi, komunitas-komunitas LSM
baik di masyarakat maupun di kampus-kampus yang mengkampayekan pentingnya belajar
menjaga alam. Namun sayang, disisi yang lain, seiring dengan perkembangan sains
dan teknologi watak-watak perusak, watak-watak pencemar dan eksploitator serta
perusak alam di negeri ini tumbuh subur laksana cendawan dimusim hujan.
Kita saksikan,
mulai kasus pembakaran hutan dikalimantan, kasus penumpukan sampah dan limbah
industri di kota-kota besar, perusakan ekosistem d lautan, gunung-gunung
digunduli, pohon-pohon ditebangi, Akibatnya terjadi banjir besar di Jakarta,
banjir lumpur di Sidoarjo, tanah longsor di Pacet jawa Tengah, serta gempa bumi
dibeberapa daerah di Indonesia, termasuk di Jawa tengah, Jawa Barat dan Banten.
Itu semua menandakan ketidak harmonisan antara hubungan manusia dengan alam.
Sebab perlu kita ingat, “if the habitat was cared will give fungtion, but if
not it would make destroy’, jika kita ramah kepada alam maka alampun akan ramah
kepada kita dan berdaya guna, sebaliknya jika kita merusak alam maka bencana
malapetaka yang menimpa kita, demikian ungkapan Edward bucle dalam history of
Civilization in England.
Lalu,
bagaimanakah perhatian pemerintah dalam menjaga kelestarian alam ini jika kita
kaitkan dengan memajukan pembangunan dinegara kita? Alhamdulillah, dalam
memajukan secara fisik material, pemerintah kita masih memperhatikan lingkungan
hidup dengan menekankan pentingnya pembangunan mental spiritual. Sehingga dalam
rumusan GBHN repelita ke -6 dikatakan bahwa pembangunan di Indonesia adalah
pembangunan yang berwawasan lingkungan, hal ini diperkuat pula oleh peraturan
pemerintah no 4 tahun 1983 bahkan dipertegas dengan dibuatnya UU lingkungan
hidup no. 12. Tahun 2000 yang mewajibkan kepada seluruh warga Negara Indonesia
untuk menjaga alam.
Karena itulah,
mengingat betapa besarnya perhatian pemerintah terhadap kelestarian alam ini,
jelas kita sebagai warga Negara yang baik dituntut untuk ikut berpartisipasi,
lalu apa yang harus kita lakukan ? Pertama,
kita harus membatu program pemerintah diantaranya dengan melakukan
reboisasi tanah-tanah gundul, pembuatan terasering untuk mencegah longsor,
penanggulangan limbah industri, pembuangan sampah pada tempatnya dan
menghentikan pemburuan satwa serta penebangan hutan secara liar. Kedua, kita harus selalu mensyukuri ala
mini agar dikasihi oleh Allah, sebagai mana Rasul telah bersabda :”Seayangilah
segala apa yang ada di bumi, niscaya Allah yang diatas yang menyayangimu”.
Sebetulnya jika
sikap tadi kita aplikasikan inya Allah akan terwujud kemakmuran dan kelestarian
alam sebagai dampak dari ditunaikannya amanat oleh manusia beriman dan
bertakwa, sehingga Allah akan menurunkan keberkahan dari langit dan bumi, hal
ini sesuai dengan janji Allah dalam QS al-A’raf ayat 96. Menjelaskan :
وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ
ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ
وَلَٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ٩٦
Artinya : ”Jikalau sekiranya
penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan
kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendutaskan (ayat-ayat
kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatanya”.
Demikian janji
Allah kepada kita apabila kita beriman dan bertakwa berupa mau melaksanakan
amanat menjaga alam raya ini, maka Allah akan menurunkan keberkahan dari langit
dan bumi berupa kemakmuran alam yang mampu memberikan manfaat dan insya-Allah
jauh dari berbagai bencana.
Hutbah II
Hadirin Jama’ah sidang Jum’at yang berbahagia
Saya sampaikan kepada para jama’ah, Ketauhilah dari
uraian secara keseluruhan tadi, menurut hemat saya :
1. Bahwa alam ini merupakan
anugerah terbesar yang diamanatkan Allah kepada manusia, jika manusia
mensyukurinya dengan menjaga dan melestarikannya insya Allah alam ini akan
memberikan manfaat dan berdaya guna.
2. Tapi sebaliknya jika kita merusaknya maka
bencana malapetakalah yang menimpa kita, karena itu agar hal tersebut tidak
terjadi mari kita jaga, pelihara, dan lestarikan alam raya terutama Indonesia
ini. Mari Kita
berdoa semoga Negara kita terbebas dari manusia-manusia jahil perusak alam, dan
dijauhkan dari berbagai bencana dan malapetaka akibat kerusakan alam. Allah SWT berfirman :
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ
يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ
عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا ٥٦
Artinya : Sesungguhnya
Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang
beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan
kepadanya. (QS. Al-Ahdzab
: 56).
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ صَاحِبَ
الْوَجْهِ اْلأَنْوَرِ، وَالْجَبِيْنِ اْلأَزْهَرِ، وَارْضَ اللهُمَّ عَنِ
اْلأَرْبَعَةِ الْخُلَفَاءِ الرَّشِدِيْنَ وَاْلأَئِمَّةِ الْمَهْدِيِّيْنَ
الَّذِيْنَ قَضَوْا بَالْحَقِّ وَبِهِ كَانُوْا يَعْدِلُوْنَ أَبِى بَكْرٍ
وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِى وَعَنِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعِنَا مَعَهُمْ بِعَفْوِكَ
وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ أَعِزَّاْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُسْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ، اَللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالرِّبَا وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَالْفِتَنِ مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَابَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
اَللهُمَّ أَعِزَّاْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُسْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ، اَللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالرِّبَا وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَالْفِتَنِ مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَابَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى اْلاخِرَةِ حَسَنَةً
وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ
تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، عِبَادَاللهِ،
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِلْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى
وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ، وَأَوْفُوْا بِعَهْدِ اللهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلاَ
تَنْقُضُوااْلأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللهُ عَلَيْكُمْ
كَفِيْلاً، إِنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَاتَفْعَلُوْنَ فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ
يَذْكُرْكُمْ وَاسْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَرُ
وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْن.
Jumat, 20 Mei 2016
MENELUSURI KEMBALI JEJAK PEMIKIR ISLAM
Kali ini saya akan sedikit
menjelaskan bagaimana isi dari buku ini, bahwa penelusuran kembali pemikiran
pendidikan di kalangan umat Islam memang amat diperlukan, Karena hal ini
setidaknya mengingatkan kembali khazanah intelektual yang pernah dimiliki oleh
umat Islam di masa lalu. Pasang surut perjalanan pemikiran kependidikan Islam,
tidak akan pernah lepas dari interaksi akumulasi dengan peradaban-peradaban di
sekitar perkembangan Islam waktu itu. Dimana perkembangan pemikiran
kependidikan lebih dijiwai oleh semangat normatif dan historis. Dikatakan
semangat normatif karena perkembangan pemikiran kependidikan dijiwai oleh
ajaran dasar yang sumbernya Al-Qur‘an dan hadits. Sedangkan semangat historis
adalah merupakan ujud respon terhadap berbagai persoalan hidup umat Islam di
berbagai bidang kehidupan.
Kamis, 19 Mei 2016
SETIAP ORANG ITU BERFILSAFAT, BENARKAH ?
Judul : Filsafat
Pendidikan Islam
Penulis
: Dr. Toto Suharto, M.Ag.
Penerbit :
Ar-Ruzz Media, Yogyakarta
Cetakan :
I, 2014 (Edisi Revisi)
Ukuran
: 17 x 24 cm
Halaman : 324
hlm.
ISBN
: 978-602-313-018-4
Saya melihat bahwa di dalam buku ini
mencoba membongkar ulang landasan epistemologis keilmuan Filsafat Pendidikan
Islam dengan melihatnya dari epistemologi Islam, yang tidak hanya bersumber
pada wahyu sebagai highest wisdom of God, sebuah kawasan transendental yang tak
tersentuh oleh filsafat ilmu Barat, tapi juga bersumber pada kawasan historis
yang rasional, empiris dan intuitif. Bangunan ilmu bertumpu pada tiga tiang
penyangga,yakni ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Tiga tiang penyangga ini
akan mempermasalahkan apa, bagaimana dan untuk apa hakikat suatu ilmu.
Langganan:
Postingan (Atom)


