Menarik sebetulnya jika membahas pemimpin yang tentu tidak akan ada habinya
untuk dibicarakan, pemimpin yang dapat memberikan kesejahteraan bagi seluruh
lapisan masyarakat sangat sulit untuk didapatkan, karena segala yang dijalankan
pemimpin hanya berhubungan untuk mengendalikan, mengontrol, menata dan mengatur
kehidupan yang terjadi. Pada suatu negara sangat dibutuhkan pemimpin yang
selalu mampu mempertanggung-jawabkan seluruh kebijakannya, entah dalam
pemilihan kebijakan terjadi kesalahan kecil atau terdapat hal-hal baru yang
dapat meningkatkan kesejahteraan kehidupan bermasyarakat, adil dan makmur.
Senantiasa pemimpin selalu memiliki beban tanggung jawab
yang berat untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi, terkadang pada saat
menentukan kebijakan sering terjadi kesalahan, mungkin ada kebingungan atau
ketidakpastian sewaktu menganalisa sebuah permasalahan dan pencarian atas
solusi dari tiap permasalahan. Beberapa kriteria pemimpin yang dibutuhkan guna
meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat diantaranya : pertama, memiliki
orientasi yang jelas “adanya perencanaann, proses dan kinerja yang professional”. Kedua, mengelola, mengatur dan melestarikan sumber daya
secara transparan “adanya laporan yang detail pada setiap kinerja”. Ketiga, melalu menjaga nilai-nilai keadilan “tidak
membeda-bedakan stratifikasi sosial, politik dan keagamaan”. Keempat, mampu
menganalisa tiap permasalahan dan meninjau solusi yang tepat, tanpa terjadi
sedikit kesalahan dalam melaksanakan kinerjanya.
Saat seseorang memutuskan (baik secara sadar atau tidak) untuk
mengikuti kepemimpinan anda, keputusan itu terutama karena satu atau dua hal
berikut : karakter anda atau kemampuan anda. Mereka ingin memastikan apakah
anda adalah seseorang yang pantas mereka ikuti, atau apakah anda memiliki
kemampuan untuk membawa mereka pada keberhasilan. Tentu ada banyak
pertimbangan, namun kali ini kita akan memusatkan perhatian pada analisis untuk mengetahui macam-macam
karakter yang membuat orang lain mengikuti kepemimpinan anda.
Pertama, Memiliki Integritas adalah melakukan sesuatu sesuai
dengan apa yang anda katakan. Integritas membuat anda dapat dipercaya.
Integritas membuat orang lain mengandalkan anda. Integritas adalah penepatan
janji-janji anda. Satu hal yang membuat sebagian besar orang enggan mengikuti
anda adalah bila mereka tak sepenuhnya merasa yakin bahwa anda akan membawa
mereka menuju ke tujuan yang anda janjikan. Apakah anda dikenal sebagai
seseorang yang mempunyai integritas ?
Kedua, Harus Optimis, takkan ada orang yang mau mengikuti
anda bila anda memandang suram masa depan. Mereka hanya mau mengikuti seseorang
yang bisa melihat masa depan dan memberitahukan pada mereka bahwa di depan sana
terbentang tempat yang lebih baik, dan mereka dapat mencapai tempat itu. Apakah
anda melihat gelas itu separuh kosong ? Bila ya, anda adalah seorang pesimis.
Apakah anda melihat gelas itu separuh berisi ? Bila ya, anda adalah seorang
optimis. Apakah anda melihatnya sebagai segelas penuh ; yaitu separuh berisi
air dan separuh lagi berisi udara ? Maka anda adalah seorang yang super
optimis. Apakah anda dikenal sebagai seorang yang optimis ?
Ketiga, Menyukai Perubahan, Pemimpin adalah mereka yang melihat adanya kebutuhan akan
perubahan, bahkan mereka bersedia untuk memicu perubahan itu. Sedangkan
pengikut lebih suka untuk tinggal di tempat mereka sendiri. Pemimpin melihat
adanya kebaikan di balik perubahan dan mengkomunikasikannya dengan para
pengikut mereka. Jika anda tidak berubah, anda takkan tumbuh. Apakah anda anda
dikenal sebagai seseorang yang memicu perubahan ?
Keempat, Berani Menghadapi Resiko, Kapan pun kita mencoba sesuatu yang baru, kita mengambil resiko.
Keberanian untuk mengambil resiko adalah bagian dari pertumbuhan yang teramat
penting.Kebanyak orang menghindari resiko. Karena itu, mereka bukan pemimpin.
Para pemimpin menghitung resiko dan keuntungan yang ada di balik resiko. Mereka
mengkomunikasikannya pada pengikut mereka dan melangkah pada hari esok yang
lebih baik. Apakah anda dikenal sebagai seorang yang berani mengambil resiko ?
Kelima, Tekun,
Kecenderungan dari pengikut adalah mereka menyerah saat sesuatunya
menjadi sulit. Ketika mereka mencoba untuk yang ke dua atau ke tiga kalinya dan
gagal, mereka lalu mencanangkan motto, "Jika anda gagal di langkah
pertama, sudahlah menyerahlah saja." Jelas saja mereka melakukan itu, karena
mereka bukan pemimpin. Para pemimpin itu tahu apa yang ada di balik tembok
batu, dan mereka akan selalu berusaha menggapainya. Lalu mereka mengajak orang
lain untuk terus berusaha. Apakah anda dikenal sebagai seseorang yang ulet,
tangguh, dan berdaya tahan tinggi?
Keenam, Katalistik, Seorang pemimpin adalah seseorang yang secara luar biasa mampu
menggerakkan orang lain untuk melangkah. Mereka bisa mengajak orang lain keluar
dari zone kenyamanan dan bergerak menuju tujuan mereka. Mereka mampu
membangkitkan gairah, antusiasme, dan tindakan dari para pengikut. Apakah anda
dikenal sebagai seseorang yang mampu menggerakkan orang lain?
Ketujuh, Berdedikasi, Para pengikut menginginkan seseorang yang lebih mencurahkan
perhatian dan komit ketimbang diri mereka sendiri. Pengikut akan mengikuti
pemimpin yang senantiasa bekerja dan berdedikasi karena mereka melihat betapa
pentingnya pencapaian tugas-tugas dan tujuan. Apakah anda dikenal sebagai
seseorang yang komit dan senantiasa mencurahkan perhatian anda pada tujuan ? Karakter kepemimpinan diatas
tidaklah diperoleh seseorang begitu saja ketika dia lahir, namun dari proses
kegagalan, beradaptasi dan terus bertumbuh. Teruskan semangat untuk terus
belajar menjadi pemimpin sejati yang luar biasa !
Dan potret pemimpin yang demokratis
yang mampu mengarahkan mitranya untuk progresif dan dinamis. Lebih lanjut
menyampaikan criteria dari pemimpin demokratis dengan ciri-ciri sebagai berikut
: Pertama, pemimpin harus peka terhadap linkungannya
karena ia dapat memotivasi mitranya dengan memahami secara integral mitra kerja
pemimpin yang memiliki sikap apatis cenderung tidak bekerja professional,
karena ia memandang segalanya dapat dikerjakan sendiri dan kurang menghargai
serta tidak berkeinginan kuat mengembangkan potensi mitranya.
Kedua, pemimpin harus memiliki
keilmuan yang luas agar ia memiliki wibawa, pemimpin yang hanya mengandalkan
mitranya cenderung lemah etos kerjanya. Menurut Kuntowijiyo perlu berpegang
pada etika ekonomi yang meliputi kesadaran untuk mengukuhkan bahwa manusia adalah
makhluk teomorfik, dimana manusia sadar bahwa dirinya makhluk illahiah, untuk
itu ia harus harus berakhlak meniru akhlak Allah dan manusia harus mengukuhkan
fungsi tauhid secara integrative bahwa aktivitas yang dijalani adalah amanah.
Sampai jumpa besok yaa...? semoga terus istiqomah dalam menulis. Seknas,
Gusdurian, Yogyakarta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar