Translate this written according your language!

Minggu, 01 Mei 2016

RAHASIA, CARA, TIPS, & TES AGAR ANDA PERCAYA DIRI

Bersama Bpk. Fahmi Basya

Tadi malam saya mendapat SMS dari teman saya, dia menanyakan soal bagaimana ya cara untuk bisa percaya diri. Tentu jawabannya berpariasi, tinggal sejauh mana anda membaca dan mengalaminya. Namun disini saya berusaha untuk merespon dari pertanyaan tersebut. Pada dasarnya semua orang sebenarnya punya masalah dengan istilah yang satu ini. Ada orang yang merasa telah kehilangan rasa kepercayaan diri di hampir keseluruhan wilayah hidupnya. Mungkin terkait dengan soal krisis diri, depresi, hilang kendali, merasa tak berdaya menatap sisi cerah masa depan, dan lain-lain.
Ada juga orang yang merasa belum pede dengan apa yang dilakukannya atau dengan apa yang ditekuninya. Ada juga orang yang merasa kurang percaya diri ketika menghadapi situasi atau keadaan tertentu. Berdasarkan praktek hidup, kita bisa mengatakan bahwa yang terakhir itu normal dalam arti dialami oleh semua manusia. Sebenarnya apa sih yang kita maksudkan dengan istilah pede itu? Kalau melihat ke literatur ilmiahnya, ada beberapa istilah yang terkait dengan persoalan pede ini.  Di sini saya hanya ingin menyebutkan empat saja lebih jelas anda lihat kamus ilmiah sendiri: pertama,   Self  Concept : Bagaimana Anda menyimpulkan diri anda secara keseluruhan, bagaimana Anda melihat potret diri Anda secara keseluruhan, bagaimana Anda mengkonsepsikan diri anda secara keseluruhan. Kedua, Self Esteem: Sejauh mana Anda punya perasaan positif terhadap diri Anda, sejauhmana Anda punya sesuatu yang Anda rasakan bernilai atau berharga dari diri Anda, sejauh mana Anda meyakini adanya sesuatu yang bernilai, bermartabat atau berharga di dalam diri Anda. Ketiga, Self Efficacy: Sejauh mana Anda punya keyakinan atas kapasitas yang Anda miliki untuk bisa menjalankan tugas atau menangani persoalan dengan hasil yang bagus (to succeed). Ini yang disebut dengan General Self-efficacy. Atau juga, sejauhmana Anda meyakini kapasitas anda di bidang anda dalam menangani urusan tertentu. Ini yang disebut dengan Specific Self-efficacy. Keempat, Self confidence: sejauhmana Anda punya keyakinan terhadap penilaian Anda atas kemampuan Anda dan sejauh mana Anda bisa merasakan adanya “kepantasan” untuk berhasil. Self Confidence itu adalah kombinasi dari Self  Esteem dan self Efficacy.
Berdasarkan itu semua, kita juga bisa membuat semacam kesimpulan bahwa kepercayaan-diri itu adalah efek dari bagaimana kita merasa, meyakini, dan mengetahui. Orang yang punya kepercayaan diri rendah atau kehilangan kepercayaan diri memiliki perasaan negatif terhadap dirinya, memiliki keyakinan lemah terhadap kemampuan dirinya dan punya pengetahuan yang kurang akurat terhadap kapasitas yang dimilikinya. Ketika ini dikaitkan dengan praktek hidup sehari-hari, orang yang memiliki kepercayaan rendah atau telah kehilangan kepercayaan, cenderung merasa atau bersikap sebagai berikut di sarikan dari berbagai buku : Pertama, kurang termotivasi untuk maju, malas-malasan atau setengah-setengah. Kedua, sering gagal dalam menyempurnakan tugas-tugas atau tanggung jawab (tidak  optimal). Ketiga, canggung dalam menghadapi orang. Keempat, tidak memiliki sesuatu  (keinginan, tujuan, target) yang diperjuangkan secara sungguh-sungguh. Kelima, tidak memiliki keputusan melangkah yang decissive (ngambang). Keenam, mudah frustasi atau give-up ketika menghadapi masalah atau kesulitan. Ketujuh, tidak bisa mendemonstrasikan kemampuan berbicara dan kemampuan mendengarkan yang meyakinkan. Kedelapan, sering memiliki harapan yang tidak realistis. Dan kesembilan, terlalu sensitif (perasa)
Namun, sebaliknya, orang yang kepercayaan diri bagus, mereka memiliki perasaan positif terhadap dirinya, punya keyakinan yang kuat atas dirinya dan punya pengetahuan akurat terhadap kemampuan yang dimiliki. Orang yang punya kepercayaan diri bagus bukanlah orang yang hanya merasa mampu (tetapi sebetulnya tidak mampu) melainkan adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya mampu berdasarkan pengalaman dan perhitungannya.  
Berbagai studi dan pengalaman telah menjelaskan bahwa kepercayaan diri seseorang terkait dengan dua hal yang paling mendasar dalam praktek hidup kita. Pertama, kepercayaan diri terkait dengan bagaimana seseorang memperjuangkan keinginannya untuk meraih sesuatu (prestasi atau performansi). Kedua, kepercayaan diri terkait dengan kemampuan seseorang dalam menghadapi masalah yang menghambat perjuangannya. Orang yang kepercayaan dirinya bagus akan cenderung berkesimpulan bahwa dirinya “lebih besar” dari masalahnya. Sebaliknya, orang yang punya kepercayaan diri rendah akan cenderung berkesimpulan bahwa masalahnya jauh lebih besar dari dirinya. Bagi sebagian kita yang punya masalah seputar rendahnya kepercayaan diri atau merasa telah kehilangan kepercayaan diri, mungkin Anda bisa menjadikan langkah-langkah berikut ini sebagai proses latihan untuk membangun kepercayaan diri anda :
Pertama, Menciptakan definisi diri positif. Jika anda menbaca bukunya Steve Chandler ia mengatakan, “Cara terbaik untuk mengubah sistem keyakinanmu adalah mengubah definisi dirimu.” Bagaimana menciptkan definisi diri positif. Di antara cara yang bisa kita lakukan adalah: Pertama, Membuat kesimpulan yang positif tentang diri sendiri  atau membuat opini yang positif tentang diri sendiri. Positif di sini artinya yang bisa mendorong atau yang bisa membangun, bukan yang merusak atau yang menghancurkan.  Kedua, belajar melihat bagian-bagian positif atau kelebihan atau kekuatan yang kita miliki. Ketiga, Membuka dialog dengan diri sendiri tentang hal-hal positif yang bisa kita lakukan, dari mulai yang paling kecil dan dari mulai yang bisa kita lakukan hari ini.
Selain itu, yang perlu dilakukan adalah menghentikan opini diri negatif yang muncul, seperti misalnya saya tidak punya kelebihan apa-apa, hidup saya tidak berharga, saya hanya beban masyarakat, dan seterusnya. Setelah kita menghentikan, tugas kita adalah menggantinya dengan yang positif, konstruktif dan motivatif. Ini hanya syarat awal dan tidak cukup untuk membangun kepercayaan diri.
Kedua, Memperjuangkan keinginan yang positif. Selanjutnya adalah merumuskan program atau agenda perbaikan diri. Ini bisa berbentuk misalnya memiliki target baru yang hendak kita wujudkan atau merumuskan langkah-langkah positif yang hendak kita lakukan. Entah itu besar atau kecil, intinya harus ada perubahan atau peningkatan ke arah yang lebih positif. Semakin banyak hal-hal positif (target, tujuan atau keinginan) yang sanggup kita wujudkan, semakin kuatlah pede kita. Kita perlu ingat bahwa pada akhirnya kita hanya akan menjadi lebih baik dengan cara melakukan sesuatu yang baik buat kita. Titik. Tidak ada yang bisa mengganti prinsip ini.
Ketiga, Mengatasi masalah secara positif. Pede juga bisa diperkuat dengan cara memberikan bukti kepada diri sendiri bahwa kita ternyata berhasil mengatasi masalah yang menimpa kita. Semakin banyak masalah yang sanggup kita selesaikan, semakin kuatlah pede. Lama kelamaan kita menjadi orang yang tidak mudah minder ketika menghadapi masalah. Karena itu ada yang mengingatkan, begitu kita sudah terbiasa menggunakan jurus pasrah atau kalah, ini nanti akan menjadi kebiasaan yang membuat kita seringkali bermasalah.
Keempat, Memiliki dasar keputusan yang positif. Kalau dibaca dari praktek hidup secara keseluruhan, memang tidak ada orang yang selalu yakin atas kemampuannya dalam menghadapi masalah atau dalam mewujudkan keinginan. Orang yang sekelas Mahatma Gandhi saja sempat goyah ketika tiba-tiba realitas berubah secara tak terduga-duga. Tapi, Gandhi punya cara yang bisa kita tiru: “Ketika saya putus asa maka saya selalu ingat bahwa sepanjang sejarah, jalan yang ditempuh dengan kebenaran dan cinta selalu menang. Ada beberapa tirani dan pembunuhan yang sepintas sepertinya menang tetapi akhirnya kalah. Pikirkan ucapan saya ini, SELALU”. Artinya, kepercayaan Gandhi tumbuh lagi setelah mengingat bahwa langkahnya sudah dilandasi oleh prinsip-prinsip yang benar.  Kelima, Memiliki model atau teladan yang positif. Yang penting lagi adalah menemukan orang lain yang bisa kita contoh dari sisi kepercayaan dirinya. Ini memang menuntut kita untuk sering-sering membuka mata melihat orang lain yang lebih bagus dari kita lalu menjadikannya sebagai pelajaran. Saking pentingnya peranan orang lain ini, ada yang mengatakan bahwa kita bisa memperbaiki diri dari dua hal: a) pengalaman pribadi (life experiencing) dan b) duplicating (mencontoh dan mempelajari orang lain). Sampai jumpa besok dihari yang penuh bahagia, salam. Kampus, UI, Yogyakarta.
 NB :  Bonus Buat Anda  :
CIRI ORANG YANG
PERCAYA DIRI
CIRI ORANG YANG TIDAK PERCAYA DIRI
Bertanggung jawab terhadap keputusan yang telah dibuat sendiri
Apabila gagal cenderung untuk menyalahkan orang lain
Mudah menyesuaikan dengan lingkungan baru
Rendah diri bahkan merasa tidak aman
Pegangan hidup cukup kuat, mampu mengembangkan motifasi
Suka mencari pengakuan dari orang lain
mau bekerja keras untuk mencapai kemajuan
Lebih suka menunda-nunda sesuatu
Yakin atas peran yang dihadapinya
Membuang-buang waktu dalam mebuat keputusan
Berani bertindak dan mengbil setiap kesempatan yang dihadapinya
Cenderung hanya melihat dan menunggu kesempatan
Menerima diri secara realistis
Tidak berani mengungkapkan ide
Menghargai diri secara positif
Malu-malu, cangung
Yakin atas kemampuanya sendiri dan tidak terpengaruh orang lain
Kurang berprestasi dalam setudi
Optimis, tenang tidak mudah cemas
Tidak bisa menunjukkan kemampuan diri
Menegerti akan kekurangan orang lain
Kecemasan yang berlebihan
Memiliki kepribadian yang menyenangkan
Cenderung menghindari masalah

Silahkan Isi Tes Kepercayaan diri anda di bawah ini :

Pertayaan
Ya
Umumnya
Kadang-kadang
Jarang
Tidak
1. Apakkah anda berjalan dengan mengangkat kepala dan langkah tetap/mantap?





2. Apakah anda bebicara dengan suara yang jelas?





3. Apakah anda merasa puas dengan kemungkinan tambahan kemampuan anda pada suatu bidang tertentu?





4. Apakah anda bersandar kepada keputusan anda untuk menghadapi berbagai hal atau kepada keputusan orang lain?





5. Apakah anda yakin bahwa anda mampu membuat alam sebagai tempat utama untuk hidup?





6. Apakah anda dapat tetap tampil ceria stabil pada saat qrang sekitar anda mengkritik anda?





7. Apakah anda berani maju dengan berbagai usulan/solusi untuk memeprbaiki pekerjaan yang sebagianya akan anda kuasai?





8. Apakah anda memperhatikan penampilan dan keserasian penampilan anda?





9. Apakah anda mampu mengendalikan diri untuk tenggelam dalam mimpi-mimpi keterjagaan (realistis)?





10. Apakah anda berani tampil untuk menyelesaikan masalah khusus dengan karya nyata jika masalah tersebut datang tiba-tiba ?





11. Apakah anda yakin bahwa anda dapat mengorbankan tenaga dan kemampuan yang lebih banyak dari pada yang anda korbankan sekarang ?





12. Apakah anda melakuakan sesuatu untuk menghilangkan segala hal yang menakutkan dan aspek-aspek kegundahan anda ?





13. Apakah anda berjalan mengikuti program dan perencanaan untuk memperbaiki masa depan anda ?





14. Apkah anda dapat memelihara ketenangan anda sepanjang waktu ?





15. Apakah anda meneruskan perrjalanan hidup anda tanpa meneyerah kepada kegagalan jika suatu ketika menimpa anda ?






Ya
Umumnya
Kadang-kadang
Jarang
Tidak






Sekarang kenalilah diri anda, jika nilai anda lebih dari 250 anda mempunyai langkah dan kepercayaan diri yang kuat, maka majulah! Dari 200-250, ada benih-benih kurang percaya diri tetapi anda mempunyai kekuatan untuk melawanya. Kurang dari 200, menandakan Anda tidak percaya kepada diri anda sendiri?

Tips Meningkatkan Rasa Percaya Diri
  1. Jujur dan obyektif terhadap diri
  2. Jujur terhadap prestasi diri
  3. Siapkan setrategi peran
  4. Control pikiran anda
  5. Jangan berprasangka buruk pada Allah
  6. Memiliki impian
  7. Paculah motivasi anda
  8. Kadang-kadang cuek justru lebih baik
  9. Atasi ketegangan yang anda alami
  10. Dare to fall
  11. Provokasi diri anda sendiri





Tidak ada komentar:

Posting Komentar