![]() |
| Bersama Bpk. Fahmi Basya |
Tadi malam saya mendapat SMS dari teman saya, dia menanyakan soal bagaimana ya cara untuk bisa
percaya diri. Tentu jawabannya berpariasi, tinggal sejauh mana anda membaca dan
mengalaminya. Namun disini saya berusaha untuk merespon dari pertanyaan
tersebut. Pada dasarnya semua orang sebenarnya punya masalah dengan
istilah yang satu ini. Ada orang yang merasa telah kehilangan rasa kepercayaan
diri di hampir keseluruhan wilayah hidupnya. Mungkin terkait dengan soal krisis
diri, depresi, hilang kendali, merasa tak berdaya menatap sisi cerah masa
depan, dan lain-lain.
Ada juga orang yang merasa belum pede
dengan apa yang dilakukannya atau dengan apa yang ditekuninya. Ada juga orang
yang merasa kurang percaya diri ketika menghadapi situasi atau keadaan
tertentu. Berdasarkan praktek hidup, kita bisa mengatakan bahwa yang terakhir
itu normal dalam arti dialami oleh semua manusia. Sebenarnya
apa sih yang kita maksudkan dengan istilah pede itu? Kalau melihat ke
literatur ilmiahnya, ada beberapa istilah yang terkait dengan persoalan pede
ini. Di sini saya hanya ingin menyebutkan empat saja lebih jelas anda lihat kamus ilmiah sendiri: pertama, Self Concept : Bagaimana Anda menyimpulkan diri anda secara
keseluruhan, bagaimana Anda melihat potret diri Anda secara keseluruhan,
bagaimana Anda mengkonsepsikan diri anda secara keseluruhan. Kedua, Self Esteem: Sejauh mana Anda punya perasaan positif
terhadap diri Anda, sejauhmana Anda punya sesuatu yang Anda rasakan bernilai
atau berharga dari diri Anda, sejauh mana Anda meyakini adanya sesuatu yang
bernilai, bermartabat atau berharga di dalam diri Anda. Ketiga, Self Efficacy: Sejauh mana Anda punya keyakinan atas
kapasitas yang Anda miliki untuk bisa menjalankan tugas atau menangani
persoalan dengan hasil yang bagus (to succeed). Ini yang disebut dengan General
Self-efficacy. Atau juga, sejauhmana Anda meyakini kapasitas anda di bidang
anda dalam menangani urusan tertentu. Ini yang disebut dengan Specific Self-efficacy. Keempat, Self confidence:
sejauhmana Anda punya keyakinan terhadap penilaian Anda atas kemampuan Anda dan
sejauh mana Anda bisa merasakan adanya “kepantasan” untuk berhasil. Self Confidence itu
adalah kombinasi dari Self Esteem dan self Efficacy.
Berdasarkan itu semua,
kita juga bisa membuat semacam kesimpulan bahwa kepercayaan-diri itu adalah
efek dari bagaimana kita merasa, meyakini, dan mengetahui. Orang
yang punya kepercayaan diri rendah atau kehilangan kepercayaan diri memiliki
perasaan negatif terhadap dirinya, memiliki keyakinan lemah terhadap kemampuan
dirinya dan punya pengetahuan yang kurang akurat terhadap kapasitas yang
dimilikinya. Ketika ini dikaitkan dengan praktek hidup sehari-hari, orang yang
memiliki kepercayaan rendah atau telah kehilangan kepercayaan, cenderung merasa
atau bersikap sebagai berikut di sarikan dari berbagai buku : Pertama, kurang
termotivasi untuk maju, malas-malasan atau setengah-setengah. Kedua, sering gagal dalam menyempurnakan tugas-tugas
atau tanggung jawab (tidak optimal). Ketiga, canggung
dalam menghadapi orang. Keempat, tidak
memiliki sesuatu (keinginan, tujuan, target) yang diperjuangkan secara
sungguh-sungguh. Kelima, tidak
memiliki keputusan melangkah yang decissive (ngambang). Keenam, mudah frustasi atau give-up ketika
menghadapi masalah atau kesulitan. Ketujuh, tidak
bisa mendemonstrasikan kemampuan berbicara dan kemampuan mendengarkan yang
meyakinkan. Kedelapan, sering
memiliki harapan yang tidak realistis. Dan kesembilan, terlalu
sensitif (perasa)
Namun, sebaliknya,
orang yang kepercayaan diri bagus, mereka memiliki perasaan positif terhadap
dirinya, punya keyakinan yang kuat atas dirinya dan punya pengetahuan akurat
terhadap kemampuan yang dimiliki. Orang yang punya kepercayaan diri bagus
bukanlah orang yang hanya merasa mampu (tetapi sebetulnya tidak mampu)
melainkan adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya mampu berdasarkan
pengalaman dan perhitungannya.
Berbagai studi dan pengalaman telah menjelaskan
bahwa kepercayaan diri seseorang terkait dengan dua hal yang paling mendasar
dalam praktek hidup kita. Pertama, kepercayaan diri terkait dengan
bagaimana seseorang memperjuangkan keinginannya untuk meraih sesuatu (prestasi
atau performansi). Kedua, kepercayaan diri terkait dengan kemampuan
seseorang dalam menghadapi masalah yang menghambat perjuangannya. Orang yang
kepercayaan dirinya bagus akan cenderung berkesimpulan bahwa dirinya “lebih
besar” dari masalahnya. Sebaliknya, orang yang punya kepercayaan diri rendah
akan cenderung berkesimpulan bahwa masalahnya jauh lebih besar dari dirinya. Bagi sebagian kita yang punya masalah seputar
rendahnya kepercayaan diri
atau merasa telah kehilangan kepercayaan diri, mungkin Anda bisa menjadikan
langkah-langkah berikut ini sebagai proses latihan untuk membangun kepercayaan diri anda :
Pertama, Menciptakan
definisi diri positif. Jika anda
menbaca bukunya Steve Chandler ia mengatakan, “Cara terbaik untuk mengubah sistem
keyakinanmu adalah mengubah definisi dirimu.” Bagaimana menciptkan definisi
diri positif. Di antara cara yang bisa kita lakukan adalah: Pertama, Membuat
kesimpulan yang positif tentang diri sendiri atau membuat
opini yang positif tentang diri sendiri. Positif di sini artinya yang bisa
mendorong atau yang bisa membangun, bukan yang merusak atau yang menghancurkan.
Kedua,
belajar
melihat bagian-bagian positif atau
kelebihan atau
kekuatan yang kita miliki. Ketiga, Membuka
dialog dengan diri sendiri tentang hal-hal positif yang bisa kita lakukan, dari
mulai yang paling kecil dan dari mulai yang bisa kita lakukan hari ini.
Selain itu, yang perlu dilakukan adalah
menghentikan opini diri negatif yang muncul, seperti misalnya saya tidak punya
kelebihan apa-apa, hidup saya tidak berharga, saya hanya beban masyarakat, dan
seterusnya. Setelah kita menghentikan, tugas kita adalah menggantinya dengan
yang positif, konstruktif dan motivatif. Ini hanya syarat awal dan tidak cukup
untuk membangun kepercayaan diri.
Kedua, Memperjuangkan keinginan yang positif. Selanjutnya adalah merumuskan program atau agenda perbaikan diri. Ini bisa berbentuk
misalnya memiliki target baru yang hendak kita wujudkan atau merumuskan
langkah-langkah positif yang hendak kita lakukan. Entah itu besar atau kecil,
intinya harus ada perubahan atau peningkatan ke arah yang lebih positif.
Semakin banyak hal-hal positif (target, tujuan atau keinginan) yang sanggup
kita wujudkan, semakin kuatlah pede kita. Kita perlu ingat bahwa pada akhirnya
kita hanya akan menjadi lebih baik dengan cara melakukan sesuatu yang baik buat
kita. Titik. Tidak ada yang bisa mengganti prinsip ini.
Ketiga, Mengatasi
masalah secara positif. Pede juga
bisa diperkuat dengan cara memberikan bukti kepada diri sendiri bahwa kita
ternyata berhasil mengatasi masalah yang menimpa kita. Semakin banyak masalah
yang sanggup kita selesaikan, semakin kuatlah pede. Lama kelamaan kita
menjadi orang yang tidak mudah minder ketika menghadapi masalah. Karena itu ada
yang mengingatkan, begitu kita sudah terbiasa menggunakan jurus pasrah atau
kalah, ini nanti akan menjadi kebiasaan yang membuat kita seringkali
bermasalah.
Keempat, Memiliki
dasar keputusan yang positif. Kalau
dibaca dari praktek hidup secara keseluruhan, memang tidak ada orang yang
selalu yakin atas kemampuannya dalam menghadapi masalah atau dalam mewujudkan
keinginan. Orang yang sekelas Mahatma Gandhi saja sempat
goyah ketika tiba-tiba realitas berubah secara tak terduga-duga. Tapi, Gandhi
punya cara yang bisa kita tiru: “Ketika saya putus asa maka saya selalu ingat
bahwa sepanjang sejarah, jalan yang ditempuh dengan kebenaran dan cinta selalu
menang. Ada beberapa tirani dan pembunuhan yang sepintas sepertinya menang
tetapi akhirnya kalah. Pikirkan ucapan saya ini, SELALU”. Artinya, kepercayaan
Gandhi tumbuh lagi setelah mengingat bahwa langkahnya sudah dilandasi oleh
prinsip-prinsip yang benar. Kelima, Memiliki model atau teladan yang positif. Yang penting lagi adalah menemukan orang lain
yang bisa kita contoh dari sisi kepercayaan dirinya. Ini memang menuntut kita
untuk sering-sering membuka mata melihat orang lain yang lebih bagus dari kita
lalu menjadikannya sebagai pelajaran. Saking pentingnya peranan orang lain ini,
ada yang mengatakan bahwa kita bisa memperbaiki diri dari dua hal: a)
pengalaman pribadi (life experiencing) dan b) duplicating
(mencontoh dan mempelajari orang lain). Sampai jumpa besok dihari
yang penuh bahagia, salam. Kampus, UI, Yogyakarta.
NB : Bonus Buat
Anda :
CIRI ORANG YANG
PERCAYA DIRI
|
CIRI
ORANG YANG TIDAK PERCAYA DIRI
|
Bertanggung jawab terhadap keputusan yang
telah dibuat sendiri
|
Apabila gagal cenderung untuk menyalahkan
orang lain
|
Mudah menyesuaikan dengan lingkungan baru
|
Rendah diri bahkan merasa tidak aman
|
Pegangan hidup cukup kuat, mampu
mengembangkan motifasi
|
Suka mencari pengakuan dari orang lain
|
mau bekerja keras untuk mencapai kemajuan
|
Lebih suka menunda-nunda sesuatu
|
Yakin atas peran yang dihadapinya
|
Membuang-buang waktu dalam mebuat keputusan
|
Berani bertindak dan mengbil setiap
kesempatan yang dihadapinya
|
Cenderung hanya melihat dan menunggu
kesempatan
|
Menerima diri secara realistis
|
Tidak berani mengungkapkan ide
|
Menghargai diri secara positif
|
Malu-malu, cangung
|
Yakin atas kemampuanya sendiri dan tidak
terpengaruh orang lain
|
Kurang berprestasi dalam setudi
|
Optimis, tenang tidak mudah cemas
|
Tidak bisa menunjukkan kemampuan diri
|
Menegerti akan kekurangan orang lain
|
Kecemasan yang berlebihan
|
Memiliki kepribadian yang menyenangkan
|
Cenderung menghindari masalah
|
Silahkan Isi Tes Kepercayaan diri anda di bawah ini :
Pertayaan
|
Ya
|
Umumnya
|
Kadang-kadang
|
Jarang
|
Tidak
|
1. Apakkah anda berjalan dengan mengangkat
kepala dan langkah tetap/mantap?
|
|||||
2. Apakah anda bebicara dengan suara yang
jelas?
|
|||||
3. Apakah anda merasa puas dengan kemungkinan
tambahan kemampuan anda pada suatu bidang tertentu?
|
|||||
4. Apakah anda bersandar kepada keputusan
anda untuk menghadapi berbagai hal atau kepada keputusan orang lain?
|
|||||
5. Apakah anda yakin bahwa anda mampu membuat
alam sebagai tempat utama untuk hidup?
|
|||||
6. Apakah anda dapat tetap tampil ceria
stabil pada saat qrang sekitar anda mengkritik anda?
|
|||||
7. Apakah anda berani maju dengan berbagai
usulan/solusi untuk memeprbaiki pekerjaan yang sebagianya akan anda kuasai?
|
|||||
8. Apakah anda memperhatikan penampilan dan
keserasian penampilan anda?
|
|||||
9. Apakah anda mampu mengendalikan diri untuk
tenggelam dalam mimpi-mimpi keterjagaan (realistis)?
|
|||||
10. Apakah anda berani tampil untuk
menyelesaikan masalah khusus dengan karya nyata jika masalah tersebut datang
tiba-tiba ?
|
|||||
11. Apakah anda yakin bahwa anda dapat
mengorbankan tenaga dan kemampuan yang lebih banyak dari pada yang anda
korbankan sekarang ?
|
|||||
12. Apakah anda melakuakan sesuatu untuk
menghilangkan segala hal yang menakutkan dan aspek-aspek kegundahan anda ?
|
|||||
13. Apakah anda berjalan mengikuti program
dan perencanaan untuk memperbaiki masa depan anda ?
|
|||||
14. Apkah anda dapat memelihara ketenangan
anda sepanjang waktu ?
|
|||||
15. Apakah anda meneruskan
perrjalanan hidup anda tanpa meneyerah kepada kegagalan jika suatu ketika
menimpa anda ?
|
Ya
|
Umumnya
|
Kadang-kadang
|
Jarang
|
Tidak
|
Sekarang
kenalilah diri anda, jika nilai anda lebih dari 250
anda mempunyai langkah dan kepercayaan diri yang kuat, maka majulah! Dari 200-250, ada
benih-benih kurang percaya diri tetapi anda mempunyai kekuatan untuk melawanya. Kurang dari 200, menandakan Anda tidak percaya kepada diri anda
sendiri?
Tips Meningkatkan Rasa Percaya Diri
- Jujur dan obyektif terhadap diri
- Jujur terhadap prestasi diri
- Siapkan setrategi peran
- Control pikiran anda
- Jangan berprasangka buruk pada Allah
- Memiliki impian
- Paculah motivasi anda
- Kadang-kadang cuek justru lebih baik
- Atasi ketegangan yang anda alami
- Dare to fall
- Provokasi diri anda sendiri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar