“Tears
will not erase your sorrow; hope does not make you successful;
courage will get you there."
Air mata tidak akan menghapus dukamu; berharap tidak akan membuatmu sukses; hanya keberanian yang bisa membawamu kesana.
- Johni Pangalila -
Air mata tidak akan menghapus dukamu; berharap tidak akan membuatmu sukses; hanya keberanian yang bisa membawamu kesana.
- Johni Pangalila -
Hidup adalah proses
perjuangan,
entah
kapan dan siapa yang memulai mengucapkan kata-kata tersebut di atas.
Yang jelas, semua dari kita pernah mendengar, membaca dan pernah
mengucapkannya. Sengaja atau tidak, menyadari atau tidak, kita
sendiri sebetulnya telah mengalami dan merasakan bahwa memang hidup
adalah proses perjuangan. Berbagai macam perjuangan telah kita
jalani, antara lain perjuangan dalam mewujudkan cita-cita yang
didambakan. Perjuangan dalam mengatasi setiap kesulitan dan kegagalan
yang selalu hadir di tengah kehidupan ini. Perjuangan untuk bisa
tampil sebagai pemenang serta memperoleh kesuksesan di setiap
perjuangan ini. Sudah tentu kita harus memiliki berbagai macam faktor
sebagai kekuatan yang dapat diandalkan. Di antara sekian banyak
faktor sebagai sarana penunjang, ada satu faktor yang harus kita
miliki yaitu faktor yung keberanian.
Ya,
memang keberanian adalah kekuatan, catatan sejarah telah membuktikan,
begitu banyak prestasi yang spektakuler di segala bidang tercipta di
dunia ini karena adanya faktor keberanian. Baik
prestasi yang diciptakan oleh para olahragawan, pemimpin, ilmuwan,
maupun bisnisman.
Demikian
pula bagi kita semua yang menggeluti bidang apa pun, bila ingin lebih
berkembang dan sukses, sudah pasti harus mempunyai keberanian. Yaitu
keberanian untuk mencoba dan keberanian untuk memperjuangkan apa yang
dicita-citakan. Tanpa keberanian Right bersaudara yang menciptakan
pesawat terbang, mungkin sampai saat ini kita belum bisa menikmati
perjalanan dengan pesawat terbang.
Keberanian merupakan aset yang berharga bagi pribadi kita. Karena
keberanian bisa menjadikan sesuatu yang tadinya tidak mungkin menjadi
mungkin. Keberanian
bisa menjadikan sikap negatif menjadi positif, loyo menjadi semangat,
pasif menjadi aktif, pesimis menjadi optimis, miskin menjadi kaya,
gagal menjadi sukses.
Dengan menyadari besarnya kontribusi kekuatan keberanian bagi kita,
sudah sepantasnya kita manfaatkan keberanian semaksimal dengan:
Berani menentukan cita-cita yang tinggi, berani bangkit lagi dari
kegagalan, berani belajar dari kelemahan dan kesalahan, berani
membayar harga untuk keberhasilan, mari berani bermimpi! Berani
mencoba! Berani keluar dari modern! Berani sukses!
Anda tahu
bahwa dalam perjalanan hidup Jenderal Sun Tzu dikisahkan bahwa betapa
strategi perang terus untuk mencapai kemenangan itu bisa berubah
detik demi detik, demi mengimbangi atau menganntisipasi perubahan
strategi musuh. Strategi
ini berpijak pada dasar pemikiran bahwa cara terbaik untuk menang
perang adalah dengan menguasai kemampuan membaca jalan pikiran ahli
strategi musuh. Dan barangsiapa mengetahui jalan pikir musuh dan
mengetahui titik-titik kelemahannya, dipastiikan dia bisa memenangkan
adu strategi tersebut.
Namun
setiap strategi pasti mengandung risiko. Dan strategi peran Sun Tzu
ditegaskan adanya prinsip mendasar yang mengatakan, "Kemenangan
besar hanya bisa dilakukan orang yang berani ambil risiko besar".
Prinsip ini menegaskan bahwa tanpa keberanian mengambil taktik
berisiko besar, maka kemenangan besar sulit diraih. Inilah inti dari
strategi perang Sun Tzu yang mensinergikan antara strategi perang
yang cerdik dan matang dengan keberanian mengambil risiko besar demi
kemenangan yang besar pula.
Dalam
kehidupan non-kemiliteran pun seperti bidang manajemen,
kewirausahaan, maupun kehidupan pribadi, kita mengenal prinsip
strategi dan risiko semacam ini. Mungkin kita telah menyusun rencana
dan menetapkan strategi untuk melakukan investasi, memulai bisnis
baru, melakukan diversifikasi maupun ekspansi usaha. Ada
target-target dan mimpi-mimpi besar dalam setiap tindakan tersebut.
Ada peluang dan tantangan.
Namun yang tidak boleh kita lupakan adalah faktor risiko yang sudah
pasti ada dan melekat dalam setiap action kita. Ada risiko gagal, ada
risiko berhasil. Itu pasti!
Contoh:
mungkin berdasarkan perhitungan yang begitu matang, kita memiliki
kemungkinan keberhasilan di atas 70%. Memang dalam strategi Sun Tzu
kita diwajibkan untuk bisa memetakan keberhasilan lebih dulu.
Memastikan kemenangan baru melakukan perang. Nah, jika rencana dan
strategi telah dieksekusi sementara hasil yang didapat tidak sesuai
perhitungan, itulah risiko sebuah action. Kita tidak mungkin berhenti
bertindak hanya karena ingin menghilangkan sama sekali risiko
kegagalan.
Seperti
dalam kata-kata mutiara yang saya ciptakan, yang berbunyi; "Memang
di dalam kehidupan ini tidak ada yang pasti. Tetapi kita harus berani
memastikan apa-apa yang ingin kita raih". Jadi dalam lapangan
hidup apa pun, strategi itu penting. Tetapi keberanian mengambil
risiko juga sangat penting. Ingat, strategi tanpa keberanian
mengambil risiko tidak akan membawa kita ke tujuan apa pun.
Setiap hari kita mempunyai
peluang yang menguntungkan, entah itu dalam skala kecil maupun besar.
Bila kita cukup berani, maka peluang-peluang tersebut akan menjadi
keberuntungan yang besar. Sebab keberanian akan menimbulkan aksi yang
signifikan.
Keberanian
adalah suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak terlalu
merisaukan kemungkinan-kemungkinan buruk. Aristotle mengatakan bahwa,
“The
conquering of fear is the beginning of wisdom. Kemampuan menahklukkan
rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan”.
Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak
bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya
merupakan halusinasi belaka. Orang-orang yang mempunyai keberanian
akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi
sekaligus orang-orang di sekitarnya. Beberapa abad yang silam Virgil
mengatakan, “Fortune favors the bold. Keberuntungan menyukai
keberanian.” Marilah kita belajar dari para tokoh olah raga yang
mempunyai prestasi berskala internasional, yaitu Carl Lewis, Michael
Jordan, Marilyn King dan lain sebagainya. Mereka mempunyai keberanian
yang tinggi untuk menepis segala kekhawatiran akan keterbatasan dalam
diri mereka. Karena itulah mereka mampu berprestasi di bidang olah
raga dan tampil sebagai tokoh yang berkarakter. Kita juga mempunyai
peluang yang sama besar di bidang yang sama ataupun di bidang lain,
misalnya di bidang seni, politik, bisnis, ilmu pengetahuan, filsafat
dan lain sebagainya. Tetapi apakah kita sudah mempunyai cukup
keberanian menangkap peluang yang datang setiap hari itu dan
mengubahnya menjadi prestasi hidup?
Hanya
diri kita yang mampu mengukur apakah keberanian kita cukup besar?
Marilyn King mengatakan bahwa keberanian kita secara garis besar
dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu Visi (Vision), Tindakan Nyata (Action),
dan Semangat (Passion). Ketiga hal tersebut mampu mengatasi rasa
khawatir, ketakutan, dan memudahkan kita meraih impian-impian.
Berdasarkan visi atau tujuan
yang ingin kita capai, satu hal yang terpenting adalah kita harus
menciptakan kemajuan. Menurut Vince Lombardi, seorang pelatih rugby
ternama di dunia, upaya menciptakan kemajuan akan berjalan secara
bertahap. Adanya perubahan menjadikan diri kita berani membuat
kemajuan yang lebih besar. Karena itu Anthony J. D'Angelo menegaskan,
“Don't fear change, embrace it.
Jangan
pernah takut pada perubahan, tetapi peluklah ia erat.” Maka
perjelas visi, supaya berpengaruh signifikan terhadap keberanian.
Sementara itu, peluang datang terkadang dengan cara yang tidak
terduga. Samuel Johnson mengatakan bahwa, “Whatever enlarges hope
will also exalt courage. Apapun yang dapat memperbesar harapan, maka
ia juga akan meningkatkan keberanian.” Artinya, tindakan kerja
untuk mengubah peluang akan meningkatkan harapan sekaligus keberanian
memikirkan kemungkinan-kemungkinan terbaik atau menanggung resiko
kegagalan sekalipun. Jika sudah mengetahui secara pasti apa yang kita
inginkan dan sudah melakukan tindakan, maka hal itu akan meningkatkan
keberanian untuk tidak pernah menyerah sebelum benar-benar berhasil.
Faktor ketiga yang
berpengaruh terhadap tingkat keberanian adalah semangat (passion).
Mungkin kita akan terinspirasi semangat seorang olah ragawan Carl
Lewis. Dirinya tidak merasa khawatir atau takut akan mengalami
kekalahan dalam pertandingan karena ia mempunyai semangat yang
tinggi. Semangat Carl Lewis memompa keberaniannya melewati bermacam
kesulitan, sehingga ia berhasil meraih 22 medali emas diantaranya : 9
dari olimpiade/Games, 8 dari World Championship, 2 dari Pan America
Games.
Ayahnya
adalah orang yang paling berjasa dibalik keberaniannya itu. Ayahnya
adalah orang yang tidak pernah bosan memberikan dorongan motivasi.
Sehingga ketika ayahnya meninggal dunia pada tahun 1987 akibat
serangan penyakit kanker, Carl Lewis menguburkan salah satu medali
emas dari perlombaan lari 100 m yang paling disukai ayahnya. Dia
berjanji untuk mendapatkan kembali medali itu. Semangat Carl Lewis
meningkatkan keberaniaannya menembus halangan, hingga ia kembali
berhasil mengumpulkan 9 medali emas beberapa tahun kemudian. Carl
Lewis adalah salah satu contoh orang sukses. Ia mempunyai keberanian
yang tinggi untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa atau tidak akan
pernah dikerjakan oleh orang-orang yang biasa-biasa saja. Mereka
konsisten menciptakan kemajuan terus menerus. Ekhorutomwen E.Atekha
menerangkan, “All you need to keep moving is your ability to keep
being courageous.
Segala
sesuatu yang menggerakkan dirimu adalah kemampuanmu untuk memacu
keberanian.” Mereka senantiasa mempunyai keberanian yang tinggi
untuk mengubah kehidupan karena mereka mempunyai visi, melakukan aksi
dan mempunyai semangat yang luar biasa.
Selamat mencoba, semoga kita tetap sehat dan semangat, dan berani.
Selalu istiqomah dalam menulis. Kampus UII, yogyakarta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar