Translate this written according your language!

Kamis, 19 Mei 2016

SETIAP ORANG ITU BERFILSAFAT, BENARKAH ?





Judul          :  Filsafat Pendidikan Islam
Penulis       : Dr. Toto Suharto, M.Ag.
Penerbit     : Ar-Ruzz Media, Yogyakarta
Cetakan      : I, 2014 (Edisi Revisi)
Ukuran       : 17 x 24 cm
Halaman     : 324 hlm.
ISBN         : 978-602-313-018-4

      Saya melihat bahwa di dalam buku ini mencoba membongkar ulang landasan epistemologis keilmuan Filsafat Pendidikan Islam dengan melihatnya dari epistemologi Islam, yang tidak hanya bersumber pada wahyu sebagai highest wisdom of God, sebuah kawasan transendental yang tak tersentuh oleh filsafat ilmu Barat, tapi juga bersumber pada kawasan historis yang rasional, empiris dan intuitif. Bangunan ilmu bertumpu pada tiga tiang penyangga,yakni ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Tiga tiang penyangga ini akan mempermasalahkan apa, bagaimana dan untuk apa hakikat suatu ilmu.

      Filsafat pendidikan Islam merupakan kajian filosofis mengenai berbagai maslaah pendidikan yang berlandasan ajaran Islam. Kajian filosofis digunakan dalam filsafat pendidikan Islam artinya merupakan pemikiran secara mendalam, sistematik, radikal, dan universal dalam mencari kebenaran, inti, atau hakikat mengenai pendidikan Islam.Buku ini berupaya menguraikan landasan ontologi, epistemologi, dan aksiologi filsafat pendidikan  Islam, yang diinterelasikan dengan pandangan dunia Islam tentang pendidikan. Buku ini mencakup penjelasan tentang kedudukan Tuhan, manusia dan alam; tentang komponen-komponen pokok pendidikan Islam; tentang pemikiran pendidikan para tokoh Islam. Dalam tradisi keilmuan Barat, terkenal istilah scinece for science, tapi dalam Islam, istilah tersebut tidak dikenal. Sebab, ilmu dalam Islam bertopang pada kesadaran dan keimanan kepada kekuasaan Allah. Islam menghendaki keterlibatan dan kemaslahatan umat dalam pengembangan ilmu dan pencarian kebenaran ilmu. Oleh karena itu, karakter ilmu pengetahuan dalam Islam, selain bertumpu pada antroposentris, juga teosentris. Filsafat Pendidikan Islam merupakan kajian filosofis mengenai berbagai masalah pendidikanyang berlandaskan ajaran Islam.
       Kajian filosofis digunakan dalam Filsafat Pendidikan Islam artinya merupakan pemikiran secara mendalam, sistematik, radikal, dan universal dalam mencari kebenaran, inti atau hakikat pendidikan Islam. Buku ini berupaya menguraikan landasan ontologi, epistemologi dan aksiologi Filsafat Pendidikan Islam, yang diinterelasikan dengan pandangan dunia Islam tentang pendidikan. Uraian buku ini mencakup penjelasan tentang kedudukan Tuhan, manusia dan alam; uraian tentang komponen-komponen pendidikan Islam, berbagai wacana dan isu-isu kontemporer Filsafat Pendidikan Islam, serta pemikiran pendidikan dari para tokoh Islam.
Sejak terbit untuk kali pertama pada tahun 2006, kemudian cetak ulang pada 2011, buku Filsafat Pendidikan Islam ini mendapat tanggapan cukup positif dari kalangan akademisi UIN/IAIN/STAIN seluruh Indonesia, baik dosen maupun mahasiswa. Mereka memberikan respons yang apresiatif terhadap buku ini. Saya selaku penulis sering mendapat informasi, baik melalui telepon maupun blog, untuk menggunakan buku ini sebagai bahan referensi di dalam perkuliahan. Untuk itu, sebagai respons balik terhadap apresiasi itu, pada cetakan edisi revisi ini, ada beberapa penambahan konten dan revisi yang kiranya perlu dilakukan bagi perbaikan buku ini. Selain sistematika yang ditataulang, ada beberapa materi baru yang dimasukkan, sebagai perkembangan mutakhir yang muncul dalam bidang kajian Filsafat Pendidikan Islam. Selain itu, subjudul pun diberikan pada buku ini, untuk memberikan kesan keberbedaannya di antara karya-karya sejenis, yang sekaligus menjadi “penanda” bagi kekhasan buku ini. Semoga upaya ini merupakan langkah penulis untuk terus mengkaji dan mengembangkan keilmuan bidang Filsafat Pendidikan Islam, sehingga keberadaan disiplin ilmu ini menjadi peneguh dan penguat bagi epistemologi Islam.
 Dan saya sedikit menguraikan apa isi buku ini, Setiap orang memiliki filsafat walaupun ia mungkin tidak sadar akan hal tersebut. Kita semua mempunyai ide-ide tentang benda-benda, tentang sejarah, arti kehidupan, mati, Tuhan, benar atau salah, keindahan atau kejelekan dan sebagainya. Pertama, Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Definisi tersebut menunjukkan arti sebagai informal. Kedua, Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan yang sikap yang sangat kita junjung tinggi. Ini adalah arti yang formal. Ketiga, Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan.. keempat, Filsafat adalah sebagai analisa logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti kata dan konsep. Kelima, Filsafat adalah sekumpulan problema-problema yang langsumg yang mendapat perhatian dari manusia dan yang dicarikan jawabannya oleh ahli-ahli filsafat.
Dari beberapa definisi tadi bahwasanya semua jawaban yang ada difilsafat tadi hanyalah buah pemikiran dari ahli filsafat saja secara rasio. Banyak orang termenung pada suatu waktu. Kadang-kadang karena ada kejadian yang membingungkan dan kadang-kadang hanya karena ingin tahu, dan berfikir sungguh-sungguh tentang soal-soal yang pokok. Apakah kehidupan itu, dan mengapa aku berada disini? Mengapa ada sesuatu? Apakah kedudukan kehidupan dalam alam yang besar ini ? Apakah alam itu bersahabat atau bermusuhan ? apakah yang terjadi itu telah terjadi secara kebetulan ? atau karena mekanisme, atau karena ada rencana, ataukah ada maksud dan fikiran didalam benda . Semua soal tadi adalah falsafi, usaha untuk mendapatkan jawaban atau pemecahan terhadapnya telah menimbulkan teori-teori dan sistem pemikiran seperti idealisme, realisme, pragmatisme. Oleh karena itu filsafat dimulai oleh rasa heran, bertanya dan memikir tentang asumsi-asumsi kita yang fundamental (mendasar), maka kita perlukan untuk meneliti bagaimana filsafat itu menjawabnya.
Penjelasan mengenai ruang lingkup ini mengandung indikasi bahwa filsafat pendidikan Islam telah diakui sebagai sebuah disiplin ilmu. Hal ini dapat dilihat dari adanya beberapa sumber bacaan, khususnya buku yang menginformasikan hasil penelitian tentang filsafat pendidikan Islam. Sebagai sebuah disiplin ilmu, mau tidak mau filsafat pendidikan Islam harus menunjukkan dengan jelas mengenai bidang kajiannya atau cakupan pembahasannya. Muzayyin Arifin menyatakan bahwa mempelajari filsafat pendidikan Islam berarti memasuki arena pemikiran yang mendasar, sistematik. Logis, dan menyeluruh (universal) tentang pendidikan, ysng tidak hanya dilatarbelakangi oleh pengetahuan agama Islam saja, melainkan menuntut kita untuk mempelajari ilmu-ilmu lain yang relevan. Pendapat ini memberi petunjuk bahwa ruang lingkup filsafat Pendidikan Islam adalah masalah-masalah yang terdapat dalam kegiatan pendidikan, seperti masalah tujuan pendidikan, masalah guru, kurikulum, metode, dan lingkungan.
Jika diamati secara seksama, dari uraian mengenai pengertian Filsafat Pendidikan Islam, secara sepintas tergambar pula mengenai ruang lingkup Filsafat Pendidikan Islam. Namun demikian, nampaknya secara khusus masalah tersebut masih perlu dipertegas lagi. Penjelasan mengenai ruang lingkup ini mengandung indikasi bahwa Filsafat Pendidikan Islam sebagai sebuah disiplin ilmu harus menunjukkan dengan jelas mengenai bidang kajian atau cakupan pembahasannya. Dari beberapa tulisan yang membahas mengenai ruang lingkup Filsafat Pendidikan Islam, cukup memberikan gambaran yang jelas bahwa ruang lingkup Filsafat Pendidikan Islam adalah masalah-masalah yang terdapat dalam kegiatan pendidikan, seperti masalah tujuan pendidikan, masalah guru, kurikulum, metode, dan lingkungan pendidikan. Bagaimana agar semua masalah tersebut dapat disusun dan dicarikan solusinya, tentu saja harus ada pemikiran yang melatar belakanginya. Pemikiran yang melatar belakinya itulah yang kemudian menjadi wilayah dari disiplin Filsafat Pendidikan Islam.
Oleh karena itu, dalam mengkaji Filsafat Pendidikan Islam seseorang dituntut harus pula memahami konsep tujuan pendidikan Islam, guru, murid, metode, kurikulum, dan lain sebagainya. Dengan demikian dalam Filsafat Pendidikan Islam terdapat pemaduan dua disiplin ilmu yakni filsafat dan pendidikan secara umum. Di samping itu, seseorang harus pula menguasai paling tidak pokok-pokok ajaran Islam yang terkandung dalam Al-Quran dan Hadis, karena sumber dari Filsafat Pendidikan Islam dikaji secara mendalam dari ajaran Islam itu sendiri yang terkandung dalam Al-Quran dan Hadis.
Dalam uraian ini perlu juga dipertegas bahwa meskipun Filsafat Pendidikan Islam berupaya menjawab semua permasalahan menyangkut semua hal yang berkaitan dengan pendidikan Islam, namun ruang lingkupnya bukanlah hal-hal yang bersifat teknis operasional dalam pendidikan, melainkan segala hal yang mendasari serta mewarnai corak sistem dan pelaksanaan pendidikan Islam. Sampai jumpa besok di review buku selanjutnya. Saven, Bangun Tapan, Yogyakarta.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar