Judul : Filsafat
Pendidikan Islam
Penulis
: Dr. Toto Suharto, M.Ag.
Penerbit :
Ar-Ruzz Media, Yogyakarta
Cetakan :
I, 2014 (Edisi Revisi)
Ukuran
: 17 x 24 cm
Halaman : 324
hlm.
ISBN
: 978-602-313-018-4
Saya melihat bahwa di dalam buku ini
mencoba membongkar ulang landasan epistemologis keilmuan Filsafat Pendidikan
Islam dengan melihatnya dari epistemologi Islam, yang tidak hanya bersumber
pada wahyu sebagai highest wisdom of God, sebuah kawasan transendental yang tak
tersentuh oleh filsafat ilmu Barat, tapi juga bersumber pada kawasan historis
yang rasional, empiris dan intuitif. Bangunan ilmu bertumpu pada tiga tiang
penyangga,yakni ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Tiga tiang penyangga ini
akan mempermasalahkan apa, bagaimana dan untuk apa hakikat suatu ilmu.
Filsafat pendidikan Islam merupakan kajian
filosofis mengenai berbagai maslaah pendidikan yang berlandasan ajaran Islam.
Kajian filosofis digunakan dalam filsafat pendidikan Islam artinya merupakan
pemikiran secara mendalam, sistematik, radikal, dan universal dalam mencari
kebenaran, inti, atau hakikat mengenai pendidikan Islam.Buku ini berupaya
menguraikan landasan ontologi, epistemologi, dan aksiologi filsafat pendidikan Islam, yang diinterelasikan dengan pandangan
dunia Islam tentang pendidikan. Buku ini mencakup penjelasan tentang kedudukan
Tuhan, manusia dan alam; tentang komponen-komponen pokok pendidikan Islam;
tentang pemikiran pendidikan para tokoh Islam. Dalam tradisi keilmuan Barat, terkenal
istilah scinece for science, tapi dalam Islam, istilah tersebut tidak
dikenal. Sebab, ilmu dalam Islam bertopang pada kesadaran dan keimanan kepada
kekuasaan Allah. Islam menghendaki keterlibatan dan kemaslahatan umat dalam
pengembangan ilmu dan pencarian kebenaran ilmu. Oleh karena itu, karakter ilmu
pengetahuan dalam Islam, selain bertumpu pada antroposentris, juga teosentris. Filsafat
Pendidikan Islam merupakan kajian filosofis mengenai berbagai masalah
pendidikanyang berlandaskan ajaran Islam.
Kajian filosofis digunakan dalam Filsafat
Pendidikan Islam artinya merupakan pemikiran secara mendalam, sistematik,
radikal, dan universal dalam mencari kebenaran, inti atau hakikat pendidikan
Islam. Buku ini berupaya menguraikan landasan ontologi, epistemologi dan
aksiologi Filsafat Pendidikan Islam, yang diinterelasikan dengan pandangan
dunia Islam tentang pendidikan. Uraian buku ini mencakup penjelasan tentang
kedudukan Tuhan, manusia dan alam; uraian tentang komponen-komponen pendidikan
Islam, berbagai wacana dan isu-isu kontemporer Filsafat Pendidikan Islam, serta
pemikiran pendidikan dari para tokoh Islam.
Sejak terbit untuk kali
pertama pada tahun 2006, kemudian cetak ulang pada 2011, buku Filsafat
Pendidikan Islam ini mendapat tanggapan cukup positif dari kalangan
akademisi UIN/IAIN/STAIN seluruh Indonesia, baik dosen maupun mahasiswa. Mereka
memberikan respons yang apresiatif terhadap buku ini. Saya selaku penulis
sering mendapat informasi, baik melalui telepon maupun blog, untuk menggunakan
buku ini sebagai bahan referensi di dalam perkuliahan. Untuk itu, sebagai
respons balik terhadap apresiasi itu, pada cetakan edisi revisi ini, ada
beberapa penambahan konten dan revisi yang kiranya perlu dilakukan bagi
perbaikan buku ini. Selain sistematika yang ditataulang, ada beberapa materi
baru yang dimasukkan, sebagai perkembangan mutakhir yang muncul dalam bidang
kajian Filsafat Pendidikan Islam. Selain itu, subjudul pun diberikan pada buku
ini, untuk memberikan kesan keberbedaannya di antara karya-karya sejenis, yang
sekaligus menjadi “penanda” bagi kekhasan buku ini. Semoga upaya ini merupakan
langkah penulis untuk terus mengkaji dan mengembangkan keilmuan bidang Filsafat
Pendidikan Islam, sehingga keberadaan disiplin ilmu ini menjadi peneguh dan
penguat bagi epistemologi Islam.
Dan saya sedikit
menguraikan apa isi buku ini, Setiap orang memiliki filsafat walaupun ia
mungkin tidak sadar akan hal tersebut. Kita semua mempunyai ide-ide tentang
benda-benda, tentang sejarah, arti kehidupan, mati, Tuhan, benar atau salah,
keindahan atau kejelekan dan sebagainya. Pertama, Filsafat adalah sekumpulan
sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara
tidak kritis. Definisi tersebut menunjukkan arti sebagai informal. Kedua, Filsafat
adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan yang sikap yang
sangat kita junjung tinggi. Ini adalah arti yang formal. Ketiga, Filsafat
adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan.. keempat, Filsafat adalah
sebagai analisa logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti kata dan
konsep. Kelima, Filsafat adalah sekumpulan problema-problema yang langsumg yang
mendapat perhatian dari manusia dan yang dicarikan jawabannya oleh ahli-ahli
filsafat.
Dari beberapa definisi
tadi bahwasanya semua jawaban yang ada difilsafat tadi hanyalah buah pemikiran
dari ahli filsafat saja secara rasio. Banyak orang termenung pada suatu waktu.
Kadang-kadang karena ada kejadian yang membingungkan dan kadang-kadang hanya
karena ingin tahu, dan berfikir sungguh-sungguh tentang soal-soal yang pokok.
Apakah kehidupan itu, dan mengapa aku berada disini? Mengapa ada sesuatu?
Apakah kedudukan kehidupan dalam alam yang besar ini ? Apakah alam itu
bersahabat atau bermusuhan ? apakah yang terjadi itu telah terjadi secara
kebetulan ? atau karena mekanisme, atau karena ada rencana, ataukah ada maksud
dan fikiran didalam benda . Semua soal tadi adalah falsafi, usaha untuk
mendapatkan jawaban atau pemecahan terhadapnya telah menimbulkan teori-teori
dan sistem pemikiran seperti idealisme, realisme, pragmatisme. Oleh karena itu
filsafat dimulai oleh rasa heran, bertanya dan memikir tentang asumsi-asumsi
kita yang fundamental (mendasar), maka kita perlukan untuk meneliti bagaimana
filsafat itu menjawabnya.
Penjelasan mengenai
ruang lingkup ini mengandung indikasi bahwa filsafat pendidikan Islam telah
diakui sebagai sebuah disiplin ilmu. Hal ini dapat dilihat dari adanya beberapa
sumber bacaan, khususnya buku yang menginformasikan hasil penelitian tentang filsafat
pendidikan Islam. Sebagai sebuah disiplin ilmu, mau tidak mau filsafat
pendidikan Islam harus menunjukkan dengan jelas mengenai bidang kajiannya atau
cakupan pembahasannya. Muzayyin Arifin menyatakan bahwa mempelajari filsafat
pendidikan Islam berarti memasuki arena pemikiran yang mendasar, sistematik.
Logis, dan menyeluruh (universal) tentang pendidikan, ysng tidak hanya
dilatarbelakangi oleh pengetahuan agama Islam saja, melainkan menuntut kita
untuk mempelajari ilmu-ilmu lain yang relevan. Pendapat ini memberi petunjuk
bahwa ruang lingkup filsafat Pendidikan Islam adalah masalah-masalah yang
terdapat dalam kegiatan pendidikan, seperti masalah tujuan pendidikan, masalah
guru, kurikulum, metode, dan lingkungan.
Jika diamati secara
seksama, dari uraian mengenai pengertian Filsafat Pendidikan Islam, secara
sepintas tergambar pula mengenai ruang lingkup Filsafat Pendidikan Islam. Namun
demikian, nampaknya secara khusus masalah tersebut masih perlu dipertegas lagi.
Penjelasan mengenai ruang lingkup ini mengandung indikasi bahwa Filsafat
Pendidikan Islam sebagai sebuah disiplin ilmu harus menunjukkan dengan jelas
mengenai bidang kajian atau cakupan pembahasannya. Dari beberapa tulisan yang
membahas mengenai ruang lingkup Filsafat Pendidikan Islam, cukup memberikan
gambaran yang jelas bahwa ruang lingkup Filsafat Pendidikan Islam adalah
masalah-masalah yang terdapat dalam kegiatan pendidikan, seperti masalah tujuan
pendidikan, masalah guru, kurikulum, metode, dan lingkungan pendidikan.
Bagaimana agar semua masalah tersebut dapat disusun dan dicarikan solusinya,
tentu saja harus ada pemikiran yang melatar belakanginya. Pemikiran yang
melatar belakinya itulah yang kemudian menjadi wilayah dari disiplin Filsafat
Pendidikan Islam.
Oleh karena itu, dalam
mengkaji Filsafat Pendidikan Islam seseorang dituntut harus pula memahami
konsep tujuan pendidikan Islam, guru, murid, metode, kurikulum, dan lain
sebagainya. Dengan demikian dalam Filsafat Pendidikan Islam terdapat pemaduan
dua disiplin ilmu yakni filsafat dan pendidikan secara umum. Di samping itu,
seseorang harus pula menguasai paling tidak pokok-pokok ajaran Islam yang
terkandung dalam Al-Quran dan Hadis, karena sumber dari Filsafat Pendidikan
Islam dikaji secara mendalam dari ajaran Islam itu sendiri yang terkandung
dalam Al-Quran dan Hadis.
Dalam uraian ini perlu
juga dipertegas bahwa meskipun Filsafat Pendidikan Islam berupaya menjawab
semua permasalahan menyangkut semua hal yang berkaitan dengan pendidikan Islam,
namun ruang lingkupnya bukanlah hal-hal yang bersifat teknis operasional dalam
pendidikan, melainkan segala hal yang mendasari serta mewarnai corak sistem dan
pelaksanaan pendidikan Islam. Sampai jumpa besok di review buku selanjutnya.
Saven, Bangun Tapan, Yogyakarta.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar