Judul
Buku : Filsafat dan Praktik
Pendidikan Islam Syeh M. Naquib Al-Attas
Pengarang : Wan Mohd Nor Wan Daud
Penerbit : Mizan Pustaka
Tahun Terbit : 2003
Kota Terbit : Bandung
Tebal Buku : 552 Halaman
Pengarang : Wan Mohd Nor Wan Daud
Penerbit : Mizan Pustaka
Tahun Terbit : 2003
Kota Terbit : Bandung
Tebal Buku : 552 Halaman
Berbicara Islamisasi ilmu pengetahuan dan pendidikan dalam Islam
sudah diperdebatkan sejak Konferensi Dunia Pertama tentang Pendidikan Islam di
Makkah pada 1977. Tetapi sayangnya tidak ada usaha serius untuk melacak sejarah
gagasan dan mengkaji atau mengevaluasi sejumlah persoalan pokok yang berkenalan
dengan topik ini pada tingkat praktis. Gagasan Islamisasi sebenarnya berangkat
dari asumsi bahwa ilmu pengetahuan itu tidak bebas nilai atau netral. Betapapun
diakui pentingnya transfer ilmu Barat ke Dunia Islam, ilmu itu secara tidak
terelakkan sesungguhnya mengandung nilai-nilai dan merefelksikan pandangan
dunia masyarakat yang menghasilkannya, dalam hal ini masyarakat Barat.
Sebelum diajarkan lewat pendidikan, ilmu tersebut harus ditapis
terlebih dahulu agar nilai-nilai yang bertentangan secara diametral dengan
pandangan-dunia Islam bisa disingkirkan. Gagasan islamisasi, dengan demikian,
merupakan upaya dekonstruksi terhadap ilmu pengetahuan Barat untuk kemudian
direkonstruksi ke dalam sistem pengetahuan Islam. Buku ini mengupas secara
detail persoalan islamisasi ilmu dan pendidikan di Dunia Islam sebagaimana
digagas dan dipraktekkan oleh Syed Muhammad Naquib Al-Attas, salah seorang
pemikir Muslim kontemporer yang sangat menonjol. Penulis buku ini menempatkan
Al-Attas sebagai konseptor awal tentang gagasan islamisasi ilmu pengetahuan dan
pendidikan. Topi-topik penting yang dibicarakan daklam buku ini meliputi:
Pandangan-dunia Islam tentang ilmu dan pendidikan Pengetahuan dan
cara mengetahui Pengertian, muatan, dan metode pendidikan Konsep dan relitas
universitas Islam Sejarah serta persoalan islamisasi ilmu sekarang ini, dan Pemikiran
intelektual Muslim tentang ilmu, pendidikan, dan problem ilsmisasi, seperti
dirumuskan oleh Muhammad 'Abduh,Iqbal, Al-Faruqi, Fazlur Rahman, dan Seyyed
Hossein Nasr. Buku ini sangat berguna, tidak saja bagi para ahli dan pengambil
kebijakan di bidang pendidikan, tetapi juga bagi pembaca umumnya yang peduli
dengan problem pendidikan Islam.
Hasrat akan keinginan akan kembali pada nilai eksistensi semakin
mendesak bagi manusia Barat. Hal ini dikarenakan, dunia ilusi yang mereka
ciptakan disekelilingnya untuk melupakan dimensi transenden kehidupan mereka
yang hilang, mulai menunjukan watak yang sesungguhnya. Sehingga segala respon
yang terjadi harus bersumber dari tradisi-tradisi suci (agama) yang otentik. Terbukti
bahwa pada saat ini di Barat sebagaian besar perhatian tertuju kepada
metafisika dan spritualitas Timur, dan orang-orang Eropa maupun di Amerika
rajin mencari buku-buku petunjuk, syair-syair atau musik-musik yang berhubungan
dengan sufisme. Dalam hal ini ada sebuah pernyataan dari Barat yang menyebut
Timur sebagai negeri pagi/negeri matahari terbit. Karena itu para penulis Barat
ketika menceritakan pertemuan mereka dengan Timur, menyebut dunia Timur secara
roamantis; Morgenlande. Seyyed Hossein Nasr memberikan pandangan bahwa,
krisis-krisis eksistensial ataupun spritual yang dialami oleh manusia adalah
bermula dari pemberontakan manusia modern kepada Tuhan. Yaitu ketika manusia
meninggalkan Tuhan demi mengukuhkan eksistensi dirinya. Manusia telah bergerak
dari pusat eksistensinya sendiri menuju wilayah pinggiran eksistensi.
Sehingga menurut Nasr manusia modern semakin lama semakin menjauh
dari pusat eksistensinya, yaitu manusia sebagai "citra Tuhan" di
pusat dunia. Fenomena ini tidak saja dialami oleh dunia Barat tapi juga di
dunia Timur secara umum dan dunia Islam secara khususnya juga telah melakukan
kesalahan-kesalahan dengan mengulangi apa yang telah dilakukan Barat. Yaitu
menciptakan masyarakat kota industri dan peradaban modern yang lupa akan
tradisi dan pesan-pesan suci dari Timur, mereka tenggelam dalam masyarakat
konsumtif. Dalam buku ini penulis mencoba untuk menguraikan berbagai bentuk
pemikiran Seyyed Hossein Nasr yang berkaitan dengan permasalahan tersebut di
atas agar kita bisa lebih mendalami pemikirannya khususnya pada bidang
Islamisasinya. Sampai jumpa, besok. Di review buku selanjutnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar