Bagi
anda yang sedang kuliah baik di S:1 bisa diselesaikan dalam tempo 3 tahun
setengah, atau pun kuliah di Magister bisa juga diselesaikan satu
tahun setengah,
tiga semester kuliah di kelas sambil menyusun tesis, namun sedikit yang bisa
selesai tepat waktu. Alasannya bermacam-macam. Mahasiswa/i biasanya bisa menyelesaikan
perkuliahan di kelas, namun sulit saat menulis proposal skripsi dan tesis. Tesis bisa selesai di
semester tiga jika mahasiswa sudah menetapkan fokus bahasan sejak semester satu.
Pada semester dua sudah menyiapkan proposal dan buku-buku sumber rujukan
yang diperlukan seperti dari buku-buku, Jurnal, Koran, atau Website yang
menyediakan jasa e book ilmiah.
Jika kita sederhanakan
lagi, rahasia
sukses studi S:1
atau Magister
terkait dua hal, yaitu mata kuliah skripsi atau tesis. Untuk selesai keduanya,
mahasiswa/i harus belajar dengan tekun dan
sungguh-sungguh, banyak membaca dan tentu menulis skripsi atau tesisnya bab
demi bab. Untuk
magister mahasiswa
mengikuti 15 mata kuliah selama tiga semester, dengan mayoritas 3 sks per mata
kuliah dan lima mata kuliah setiap semester. Sedikit jumlah mahasiswa yang
gagal dalam pemerolehan nilai sks mata kuliah selama tiga semester ini, umumnya berhasil. Selama tiga
semester mahasiswa harus berhubungan baik dengan dosen, buku, perpustakaan, dan
sesama mahasiswa. Mahasiswa juga harus mengerjakan tugas dan ujian dengan baik
baik secara tulis maupun secara lisan. Tugas dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan
mempersiapkan diri sebelum ujian, sehingga nanti anda
mendapat nilai
yang memuaskan.
Jika
melihat geliat semangat
mahasiswa saat ini sangatlah mengalami discontinuity and change
dalam mengerjakan sebuah tugas bernama skripsi dan tesis. Perlu diingat bahwa
rahasia sukses dalam
mengerjakan skripsi maupun tesis
terkait dengan beberapa kata kunci sebagai berikut. Proposal, dosen pembimbing,
buku dan perpustakaan, metode penelitian, teori
peneltian, waktu
membaca dan waktu menulis, ruangan dan meja menulis, peta konsep, dan ide penulis. Seperti
dikatakan dalam sebuah tulisan dari Mayland Community College, Developing Effective Study Habits
(2002). Disana
tertulis bahwa,
“Good study habits include many different skills: time management,
selfdiscipline, concentration, memorization, organization, and effort. Desire
to succeed is important, too”.
Untuk
penulisan proposal skripsi
maupun tesis sebaiknya
sudah diawali dari
pembuatan proposal di semester dua melalui mata kuliah seminar proposal bahkan
semester satu pada metodologi penelitian. Sistem ini sebenarnya sengaja dibuat
agar mahasiswa selesai tepat pada waktunya. Begitu
juga dosen
pembimbing tentu berbeda dengan saat anda kuliah, pada saat
skripsi ataupun tesis
ini mahasiswa/i harus intensif berhubungan dengan dosen pembimbing
dalam arti hubungan ideologis. Menulis skrpsi maupun tesis, bab perbab, koreksi dosen,
perbaikan mahasiswa, demikian
seterusnya, hingga skripsi atau tesis dianggap siap untuk diujikan dimana
ujians
kripsi atau tesis
berlangsung.
Tentu tidak semudah yang
dibayangkan proses bimbingan dengan dosen. Masalah seperti waktu bertemu,
tuntutan mutu tesis, dan kesibukan dosen dan mahasiswa harus diselesaikan atau
dihadapi mahasiswa/i dengan pikiran positif dan yakin bisa. Selanjutnya
rahasia mahasiswa/i adalah maslah buku dan perpustakaan. Pada episode
ini mahasiswa/i harus terbiasa bercengkrama dengan buku mulai dari pencarian,
pembelian, mengoleksi, hingga membaca buku-buku sumber utama dan pendukung skripsi
atau tesis. Buku
bagi mahasiswa/i ibarat mobil bagi sopir atau pesawat bagi pilot dan
kereta bagi masinis. Sepertinya tak bisa dipisahkan.
Penelitian didukung oleh
landasan teori dan konsep yang bersumber dari buku dan jurnal. Teori membimbing
arah penelitian menuju alur yang benar. Teori bagi penelitian ibarat ring bagi
petinju atau kompas bagi petualang. Metode penelitian
selalu terkait
dengan cara pengumpulan dan pengolahan data. Pemilihan metode harus disesuaikan
dengan kemampuan mahasiswa. Kuantitatif memerlukan kecerdasan matematik
sedangkan kualitatif memerlukan kecerdasan sosial, dan keduanya memerlukan
kecerdasan analitik. Membaca dan menulis, umumnya mahasiswa magister yang
sudah bekerja dan
berkeluarga. Status ini sering menjadi alasan sulitnya membagi waktu antara
kuliah dan pekerjaan dan keluarga; antara tesis dan pekerjaan dan keluarga.
Maka, sesungguhnya, kuliah S2
lebih dari sekedar kemampuan teknis dan keterampilan menulis serta penguasaan
substansi dan metode, melainkan membutuhkan kecerdasan emosional dan sosial.
Kecerdasan emosional
terkait kemampuan mengatur diri dan kecerdasan sosial tentang kemampuan
berhubungan dengan orang lain, misalnya dengan dosen pembimbing dan keluarga,
sementara kecerdasan spiritual merupakan suatu kebutuhan dalam kesehariannya.
Sangat
penting juga mengetahui rahasia sukses studi selanjutnya yaitu, anda harus
memiliki ruangan
dan meja menulis. Memiliki ruangan khusus membaca dan menulis sesederhana
apa pun, akan membantu kelancaran penulisan skripsi
atau tesis. Ruangan
dan meja membantu kenyamanan saat membaca dan menulis sehingga bisa bertahan
dalam waktu yang lama. Sebaliknya, mahasiswa akan malas membaca dan menulis
jika tidak ada tempat yang nyaman.
Kalau
yang satu ini, anda sebagai mahasiswa/i harus memiliki sebuah ide untuk menulis. Mahasiswa/i perlu melatih critical
thinking saat membaca dan menulis bukan sekedar menyusun ide-ide orang
lain. Dengan demikian, skripsi / tesis berisikumpulan ide-ide para pakar sekaligus
pendapat penulis setelah melakukan refleksi dan sintesa ide-ide orang lain. Ide
penulis bisa diletakan di awal tulisan, tengah maupun akhir tulisan. Diusahakan
dalam setiap halaman ada ide penulis, baik kalimat pembuka, penutup,
penghubung, maupun penyimpul.
Rahasia
yang terakhir adalah, anda harus membuat mint map (Peta konsep). Begitu banyak data
dikumpulkan oleh mahasiswa terkait fokus penelitian. Tugas pentingnya adalah
menyusun data terserak tersebut menjadi konsep utuh dan terstruktur. Karena itulah, mahasiswa/i perlu membuat peta konsep
tertentu terkait skripsi / tesis, yang bisa jadi lebih dari tiga, apakah
terkait masalah, teori, metode, atau temuan dan pembahasan penelitian, dan
seterusnya.
Keimpulannya adalah bahwa ritme
belajar mahasiswa saat kuliah dan saat menggarap
skripsi/tesis harus
tetap stabil. Kebiasaan baik terkait pribadi, bekerja, belajar, dan
keterampilan belajar harus terus dijaga sampai garis finis kuliah, sebagaimana diuraikan oleh
Mac Knight dalam
bukunya Good
Habits, Good Students; A Complete Guide for Students Who Want to Succeed(2006)
bahwa dikatakan : Sukses
adalah harga yang pantas bagi orang yang sungguh-sungguh belajar dan berkorban.
Semoga saja kita didalamnya.
(Banguntapan,
Bantul, Yogyakarta, Rabu 06 April 2016)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar